Home / Internasional / Nasional / News

Jumat, 17 Oktober 2025 - 13:46 WIB

Ini Spesifikasi Jet Tempur J-10 Dipesan Indonesia, Anggaran Capai Rp149 Triliun

Spesifikasi Jet Tempur J-10

Spesifikasi Jet Tempur J-10

Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi menyetujui pembelian jet tempur buatan China, Chengdu J-10 dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran untuk pengadaan pesawat tempur generasi keempat itu mencapai US$9 miliar atau sekitar Rp149 triliun.

 “US$9 miliar kalau nggak salah atau lebih, Saya lupa angkanya,Tapi sudah di setujui, jadi harusnya sudah siap semua,” ujar Purbaya saat di temui di Wisma Danantara, Rabu (15/10).

Jet tempur Chengdu J-10, yang di dunia Barat di kenal dengan nama “Vigorous Dragon”, awalnya di rancang sebagai pesawat air-superiority yakni jet yang mampu menguasai dan mendominasi ruang udara.

Mengutip Military Factory (16/10/2025), desainnya memungkinkan China mengendalikan langit dalam misi serangan maupun pengintaian dengan risiko perlawanan minimal.

Dalam perkembangannya, Chengdu J-10 di sempurnakan menjadi pesawat multirole segala cuaca, baik siang maupun malam hari, dengan keunggulan utama berupa bodi ringan dan kelincahan tinggi dan Jet ini di klaim setara dengan pesawat generasi keempat buatan Rusia maupun Barat.

Pesawat ini di kembangkan oleh Chengdu Aircraft Design Institute (CADI) di bawah Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAIC).

Desainnya mengadopsi tata letak aerodinamis delta-canard tanpa ekor, di mana permukaan kendali horizontal (canard) di letakkan di depan sayap utama.

Baca Juga :  3 Super Tucano Mendarat di Ambon untuk Refueling, Diduga Jalankan Misi Khusus

Sistem ini membuat pesawat lebih stabil, menghasilkan daya angkat lebih besar sekaligus mengurangi hambatan dan bobot total pesawat.

Canard juga memungkinkan aliran udara segar langsung di arahkan ke sayap, sehingga Chengdu J-10 memiliki kendali yang lebih baik pada kecepatan tinggi.

Chengdu J-10 di tenagai oleh mesin turbofan Lyulka-Saturn AL-31FN buatan Rusia, yang mampu menghasilkan daya dorong maksimum 11.700 kilogram-force (kgf).

Varian mesin ini merupakan versi modifikasi dari AL-31F yang biasa di gunakan pada Sukhoi Su-27, dengan konfigurasi berbeda untuk menyesuaikan ruang mesin J-10 yang lebih sempit.

China sempat mengembangkan mesin WS-10A Taihang sebagai pengganti AL-31FN, dengan daya dorong mencapai 13.200 kgf, namun integrasinya sempat tertunda karena kendala teknis.

Rusia kemudian menawarkan versi AL-31FN terbaru dengan daya dorong 12.500 kgf dan masa pakai 2.000 jam terbang.

Chengdu J-10 di lengkapi meriam internal ganda 23mm Tipe 23-3, dengan laju tembakan mencapai 3.000–3.400 peluru per menit.

Jet ini juga memiliki 11 titik gantungan senjata eksternal tiga di bawah setiap sayap dan lima di bawah badan pesawat yang mampu membawa berbagai jenis rudal dan bom, antara lain:

  • Rudal udara-ke-udara jarak menengah (MRAAM)
  • Rudal udara-ke-udara jarak pendek (SRAAM)
  • Bom berpemandu laser LT-2
  • Bom luncur LS-6
  • Bom tanpa pemandu (konvensional)
Baca Juga :  Indonesia Beli 42 Jet Tempur J-10C dari China Senilai Rp 145 Triliun

Sistem elektroniknya mencakup radar susunan bertahap (phased-array radar) dan radar pengendali tembakan multi-mode NRIET KLJ-10.

Selain itu, tersedia sejumlah pod elektronik seperti:

  • Hongguang-I IRST (infrared search and track)
  • BM/KG300G self-protection jammer
  • KZ900 electronic reconnaissance pod
  • Blue Sky navigation/attack pod
  • FILAT laser targeting pod
  • Spesifikasi Teknis Chengdu J-10
  • Kecepatan maksimum: 2.200 km/jam
  • Jarak tempuh maksimum: 3.200 km
  • Berat maksimum saat lepas landas: 19.277 kg
  • Panjang pesawat: 16,4 meter
  • Lebar sayap: 9,75 meter
  • Tinggi: 4,78 meter
  • Mesin: 1× Saturn-Lyulka AL-31FN atau WS-10A Taihang turbofan

Saat ini, Chengdu J-10 telah di gunakan oleh Angkatan Udara China (PLAAF) dan Pakistan Air Force (PAF).

Dengan di setujuinya anggaran pembelian oleh Menkeu Purbaya, Indonesia akan menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan jet tempur berteknologi tinggi ini.

Langkah ini di nilai sebagai bagian dari modernisasi alutsista TNI AU, guna memperkuat pertahanan udara nasional dan meningkatkan kemampuan tempur di kawasan Asia Tenggara.(*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Hadiri Pelepasan 217 Siswa Dan Siswi Kelas IX SMP Negeri 2

Daerah

Usulan Pembangunan Jalan Penghubung Solok Selatan – Dharmasraya Segera Terwujud

Daerah

Klarifikasi BKN: PPPK Tidak Akan Dialihkan Menjadi Tenaga Non-ASN

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

Daerah

UPN Dipercayakan Dewan Pers Laksanakan UKW di Gorontalo, Ini Himbauan Ketum PJS

Daerah

Bareskrim Polri Tangkap Pembuat Rekening Penampungan Dana Jaringan Narkoba Ko Erwin
Lolos Seleksi Administrasi JPT

Daerah

JPT Pratama Pemkot Sungai Penuh 2025, 28 ASN Lolos Tahap Berikutnya

Advertorial

Ketua Komisi IV Fadli Sudria Sambut kepulangan Jamaah Haji Provinsi Jambi kloter 25