Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Senin, 20 April 2026 - 11:43 WIB

Kenduri Sko: Warisan Lestari Adat Kerinci dan Kota Sungai Penuh

Kenduri Sko menjadi tradisi adat sakral masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh

Kenduri Sko menjadi tradisi adat sakral masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh

Sakti Alam Kerinci, http://Eksisjambi.com – Tradisi Kenduri Sko masih menjadi salah satu upacara adat paling sakral dan penting bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai adat, kebersamaan, serta identitas budaya masyarakat setempat.

Secara umum, Kenduri Sko merupakan upacara adat yang di laksanakan secara turun-temurun oleh setiap luhah, kaum, maupun suku. Pelaksanaannya tidak di lakukan setiap tahun, melainkan beberapa tahun sekali sesuai dengan kesepakatan adat masing-masing komunitas.

Tujuan utama dari tradisi ini adalah mengukuhkan atau menobatkan pemangku adat seperti depati dan ninik mamak, sekaligus menghidupkan kembali saka adat dalam bentuk syukuran massal. Selain itu, Kenduri Sko juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Baca Juga :  Fikar Azami - Yos Adrino jalin silaturahmi dengan kaum 4 jenis dan pelaku UMKM Desa Talang Lindung

Dalam pelaksanaannya, prosesi Kenduri Sko berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Rangkaian acara di awali dengan musyawarah adat, di lanjutkan pembacaan doa, serta berbagai ritual adat yang sarat dengan makna filosofis dan nilai kearifan lokal.

Salah satu daya tarik utama dalam Kenduri Sko adalah penampilan Tari Rangguk, tarian tradisional khas Kerinci yang umumnya di bawakan oleh para perempuan. Tarian ini menampilkan gerakan yang lembut, serempak, dan penuh makna simbolis.

Tari Rangguk tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting, di antaranya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan kehidupan, simbol kebersamaan serta kekompakan masyarakat, hingga bentuk penghormatan kepada tamu dan pemangku adat.

Para penari tampil anggun dengan balutan busana adat khas, di iringi alunan musik tradisional yang memperkuat nuansa sakral sekaligus meriah dalam rangkaian Kenduri Sko.

Baca Juga :  Kredit Bank Jago Tembus Rp 17,7 Triliun di Tahun 2024

Lebih dari sekadar seremoni, Kenduri Sko merupakan wujud nyata dari kearifan lokal yang tetap terjaga hingga kini. Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, ketaatan terhadap adat, serta penghormatan terhadap sejarah dan leluhur.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh terus berupaya menjaga dan melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya yang tidak ternilai. Kenduri Sko juga semakin di lirik sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Dengan keberlanjutan tradisi ini, Kenduri Sko tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga jembatan yang menghubungkan nilai-nilai leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini.**

Share :

Baca Juga

Bangko

Ratusan Miras Digilas Menggunakan Alat Berat Di Mapolres Merangin

Daerah

Shio Tikus Diprediksi Paling Beruntung, Siapa Saja yang Berpeluang Cuan?

Daerah

Peserta Turnamen Mini Soccer Bupati Cup Kerinci Meninggal Saat Pertandingan

Advertorial

Pembangunan Jalan Rabat Beton Dampaknya Mulai Dirasakan Warga.
Smartphone

Internasional

Sekarang iPhone 17 Pro Harus Hormat Ke Huawei dan Oppo

Bangko

Sigap. Kurang Dari 24 Jam, Polres Merangin Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan, Dua Tersangka Berhasil Diamankan

Advertorial

Gubernur Al Haris Pimpin Rapat pembahasan jalan tol di Jambi

Daerah

Viral Jalan Rusak Bukit Kerman, Begini Penjelasan Kadis PUPR Kerinci Soal Penanganannya