JOMBANG, Eksisjambi.com – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma’ruf Amin, berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dapat berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar di harapkan oleh warga Nahdliyin.
Harapan tersebut di sampaikan KH Ma’ruf Amin usai berziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, di Jalan Tambakrejo, Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Rais Aam PBNU periode 2015–2018 tersebut mengajak seluruh peserta dan elemen organisasi menjaga marwah Muktamar sebagai forum tertinggi Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, musyawarah, dan persatuan.
KH Ma’ruf Amin juga menekankan agar seluruh tahapan pemilihan, mulai dari penetapan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) hingga pemilihan jajaran pengurus baru PBNU, berlangsung tanpa adanya praktik politik uang.
Menurutnya, pemimpin yang lahir dari proses yang bersih akan memperoleh legitimasi kuat dari jamaah Nahdliyin sekaligus mampu membawa organisasi semakin maju dalam menjawab tantangan zaman.
Selain itu, ia berpesan kepada panitia pelaksana agar menjaga jalannya muktamar tetap kondusif hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Ia berharap seluruh peserta mengedepankan akhlak para ulama pendiri NU dalam setiap proses pengambilan keputusan.
“Muktamar harus menjadi ajang memperkuat persaudaraan, bukan ajang perpecahan. Seluruh proses harus berjalan secara demokratis, jujur, dan sesuai nilai-nilai yang di wariskan para muassis Nahdlatul Ulama,” pesannya.
Muktamar ke-35 NU di jadwalkan berlangsung mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 di Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Forum lima tahunan tersebut menjadi agenda penting bagi Nahdlatul Ulama untuk memilih kepengurusan baru sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.*







