Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:46 WIB

Kodok Kaca, Amfibi Unik dengan Tubuh Transparan

Oplus_131072

Oplus_131072

Amfibi, http://Eksisjambi.com – Alam menyimpan banyak makhluk luar biasa, salah satunya adalah kodok kaca (glass frog), amfibi unik yang di kenal karena memiliki bagian bawah tubuh yang transparan sehingga organ-organ dalamnya dapat terlihat dari luar. Keunikan tersebut menjadikan kodok kaca sebagai salah satu spesies paling menarik di dunia.

Kodok kaca hidup di kawasan hutan hujan tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Habitat alaminya berada di sekitar sungai berair jernih dan pepohonan yang lembap, tempat yang ideal untuk berkembang biak dan berlindung dari predator.

Bagian bawah tubuh kodok ini tampak bening layaknya kaca. Melalui kulit transparannya, organ-organ seperti jantung, hati, usus, hingga telur pada betina dapat terlihat dengan jelas. Sementara itu, bagian punggungnya tetap berwarna hijau cerah sehingga mampu menyatu dengan dedaunan, memberikan perlindungan alami melalui kamuflase.

Baca Juga :  Wabup Kerinci H. Murison Buka Jambore Ranting Wilayah IV

Namun, kehebatan kodok kaca ternyata tidak berhenti pada kulit transparannya. Penelitian mengungkapkan bahwa saat beristirahat di siang hari, kodok kaca mampu menyimpan sekitar 89 persen sel darah merahnya di dalam hati. Kondisi tersebut membuat tubuhnya menjadi jauh lebih transparan di bandingkan saat aktif.

Kemampuan luar biasa ini membantu kodok kaca mengurangi bayangan tubuhnya sehingga lebih sulit di kenali oleh predator seperti burung maupun ular. Adaptasi tersebut merupakan salah satu bentuk kamuflase paling canggih yang pernah di temukan pada hewan darat dan menjadi perhatian para ilmuwan di bidang biologi.

Selain penampilannya yang unik, kodok kaca juga memiliki perilaku reproduksi yang menarik. Setelah betina meletakkan telur di bagian bawah daun yang menggantung di atas sungai, pejantan biasanya tetap berada di dekat telur untuk menjaganya dari serangan predator hingga menetas.

Baca Juga :  Aksi Superhero Nekat Usir Harimau dengan Sebilah Parang di Aceh Timur, Viral di Media Sosial

Ketika telur menetas, berudu akan langsung jatuh ke aliran sungai di bawahnya untuk melanjutkan tahap berikutnya dalam siklus hidup sebelum akhirnya bermetamorfosis menjadi kodok dewasa.

Sayangnya, keberadaan berbagai spesies kodok kaca kini menghadapi ancaman serius. Kerusakan habitat akibat deforestasi, perubahan iklim, serta penyebaran penyakit pada amfibi menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi mereka di alam liar.

Para peneliti menilai upaya konservasi hutan hujan tropis sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup kodok kaca dan berbagai spesies lain yang bergantung pada ekosistem tersebut. Melindungi habitat alami mereka berarti turut menjaga salah satu keajaiban evolusi yang di miliki dunia.

Keunikan kodok kaca menjadi bukti bahwa alam terus menyimpan berbagai misteri dan adaptasi luar biasa yang masih terus di pelajari oleh para ilmuwan hingga saat ini.**

Share :

Baca Juga

Kekayaan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

Internasional

Kekayaan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Data LHKPN Terbaru 2025

Daerah

Gerhana Matahari hoaks viral
Nenek Korban Penculikan dan Perampokan

Daerah

Nenek di Kerinci Diculik dan Dirampas Emas 22,5 Gram, tapi Pilih Tak Lapor Polisi
Polres Kerinci

Daerah

Rincian Rekapitulasi Kasus Wilayah Hukum Polres Kerinci

Daerah

Ketua DPRD Fajran Ikuti Musrenbang Kec.Koto Baru

Advertorial

Gubernur Al Haris Gunakan Hak Suaranya di TPS 14 Kediaman Pribadinya

Daerah

Bupati Adirozal Sebagai Pemateri PKKBM di ISI Padang Panjang.

Advertorial

Program Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Tahap 3 Tahun 2023, sukses di laksanakan di Kec Sungai Bungkal