Home / Daerah / Nasional / News / Peristiwa

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:22 WIB

La Niña Menyapa Wilayah Kita, BMKG Prediksi Akan Berganti Kemarau Panjang El Niño

Oplus_131072

Oplus_131072

JAMBI,http://Eksisjambi.com  – Fenomena iklim global kembali memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir hingga saat ini, fenomena La Niña terpantau sedang menyapa berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk wilayah Sumatra dan sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya curah hujan serta cuaca yang cenderung lebih basah di bandingkan kondisi normal.

Para ahli klimatologi menyebutkan bahwa La Niña dan El Niño merupakan dua fenomena iklim yang sering di sebut sebagai “saudara kembar”. Keduanya berasal dari dinamika suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik tropis dan memiliki peran besar dalam memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia.

La Niña biasanya di tandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin dari normal di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik. Dampaknya bagi Indonesia adalah peningkatan curah hujan, potensi banjir, tanah longsor, serta cuaca yang lebih lembap dari biasanya.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 2 Juni 2026, Klaim Hadiah 

Sebaliknya, El Niño memiliki karakter yang berlawanan. Fenomena ini di tandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di wilayah yang sama, yang kemudian berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia. Akibatnya, banyak wilayah berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Badan meteorologi dan para peneliti iklim memprediksi bahwa setelah periode La Niña yang saat ini sedang berlangsung, kondisi iklim global berpotensi bergeser menuju fase El Niño. Jika hal tersebut terjadi, Indonesia kemungkinan akan menghadapi periode kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Perubahan dari La Niña menuju El Niño merupakan siklus alami yang di kenal sebagai El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Siklus ini secara berkala memengaruhi sistem cuaca di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Terkait Jalan Rusak di Parit 7. Ini Penjelasan Kades Pangkal Duri

Meski demikian, para pakar mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara cepat. Pada fase La Niña saat ini, masyarakat di imbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat, banjir, serta tanah longsor di daerah rawan.

Sementara itu, pemerintah daerah dan instansi terkait juga di harapkan mulai melakukan langkah antisipasi apabila nantinya kondisi iklim bergeser menuju El Niño, terutama terkait ketersediaan air, pertanian, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Fenomena La Niña dan El Niño memang ibarat dua sisi mata uang. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan sistem iklim bumi, meski dampaknya bagi kehidupan manusia sering kali menimbulkan tantangan tersendiri. Dengan memahami karakter kedua fenomena ini, masyarakat di harapkan dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang terjadi.*+

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Lendra Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI Ke-79

Daerah

Harga Biji Kopi Robusta Kota Sungai Penuh Turun 40%

Internasional

Ekonomi Indonesia Ambyar : IHSG Anjlok 11 Persen

Advertorial

Merangin Kabupaten Pertama di- Provinsi Jambi Pada Paripurna Istimewa HUT Dihadiri Mentri
Gerakan Pramuka Kerinci

Daerah

Wabup H. Murison Resmi Buka Jambore Ranting dan Pesta Siaga Pramuka Wilayah III Tahun 2025

Daerah

Bupati Kerinci Adirozal Hadiri Peringatan Hari Kartini ke 144 Tahun 2022

Bangko

Banjir Rendam SDN 163/VI Muara Pangi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter dan Sisakan Lumpur

Internasional

Akankah Perang Ukraina – Rusia Berakhir?