Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:33 WIB

Pabrik LPG Terbesar di Jawa Barat Rampung, Siap Beroperasi

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta,http://Eksisjambi.com   – Kabar positif datang dari sektor energi nasional. Pembangunan pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) terbesar di Jawa Barat telah resmi rampung dan kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi secara komersial.

Kehadiran fasilitas ini di harapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Pasokan gas untuk pabrik tersebut berasal dari Lapangan Offshore North West Java (ONWJ) di lepas pantai Jawa Barat yang di kelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ.

Sebanyak 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas di salurkan ke fasilitas pengolahan dengan kandungan propana (C3) sekitar 8 persen dan butana (C4) sekitar 2 persen.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan gas tersebut akan di proses menjadi LPG sebanyak 170 hingga 190 metrik ton per hari.

Baca Juga :  Gubernur Alharis Safari Ramadhan Masjid Al-Aqsho di Seberang Kota Jambi

“Di proses menjadi LPG sebanyak 170 sampai 190 metrik ton per hari dan juga menghasilkan kondensat 350 BOPD, sehingga dapat di catat sebagai lifting minyak setara lebih dari 2.000 BOPD,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Senin (22/6).

Selain menghasilkan LPG, fasilitas ini juga memanfaatkan lean gas hasil proses pemisahan sebagai bahan baku industri pupuk. Gas tersebut akan langsung di alirkan ke Pabrik Pupuk Kujang sehingga tidak ada energi yang terbuang dan memberikan nilai tambah bagi sektor industri nasional.

Pabrik ini di bangun oleh PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) bersama PT Euroasiaric Jaya (EA) dengan mengadopsi teknologi asal Jerman.

Melalui kombinasi sistem two-stage refrigeration dan turbo expander, fasilitas tersebut mampu memulihkan hingga 99 persen kandungan propana (C3) dan butana (C4) menjadi LPG secara optimal.

Djoko mengungkapkan proses commissioning saat ini hampir selesai dan seluruh tahapan operasional berjalan sesuai rencana.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional Molinas

“Insya Allah paling telat Rabu selesai commissioning, Kamis Di tjen Migas menerbitkan izin tetap, Jumat barokah lifting dan penjualan perdana LPG, dan siap untuk di resmikan,” katanya.

Menurutnya, beroperasinya pabrik LPG ini akan memberikan dampak besar terhadap penguatan ketahanan energi Indonesia.

Produksi LPG dalam negeri akan meningkat sehingga dapat menekan volume impor sekaligus menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat dan sektor industri.

“Dengan selesainya pabrik LPG ini maka impor LPG berkurang, ketahanan energi meningkat, dan jaminan ketersediaan LPG bagi masyarakat terus terjamin,” tutup Djoko.

Keberhasilan penyelesaian proyek ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah dan pelaku industri migas dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik.

Selain meningkatkan nilai tambah gas bumi, proyek ini juga di harapkan mendukung efisiensi energi nasional serta memperkuat kemandirian Indonesia di sektor energi.**

Share :

Baca Juga

Daerah

DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Paripurna.
Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hamdani, S.E menghadiri

Daerah

Ketua DPRD Tanjab Barat,Hamdani,SE Hadiri Musrembang RKPD Tahun Anggaran 2027 di 3 Kecamatan
Bank Syariah Rusia

Internasional

Rusia Resmi Uji Coba Perbankan Syariah, Strategi Baru Hadapi Tekanan Global

Daerah

Pemkot & BPN Sungai Penuh Serahkan Sertifikat Gratis Bagi Masyarakat

Daerah

Ramalan Shio Hari Ini, Sabtu 18 Juli 2026: Kuda, Ular, Kelinci, dan Monyet

Advertorial

Wako Ahmadi Lantik dan Pengambilan Sumpah 92 Pejabat Eslon III dan IV

Advertorial

DPRD Study Banding LKPJ Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2023

Nasional

Masyarakat Dapil II Tanjabtim Angkat Bicara Pertanyakan Ancaman PAW Terhadap Sulpani