Padang,http://Eksisjambi.com – Proyek pembangunan flyover di kawasan tanjakan ekstrem Sitinjau Lauik (Panorama I), Kota Padang, terus menunjukkan progres signifikan. Infrastruktur strategis yang menelan anggaran hingga Rp2,7 triliun ini di targetkan selesai pada tahun 2028.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada pekan lalu, aktivitas konstruksi berlangsung intensif dengan melibatkan berbagai alat berat. Meski demikian, pelaksanaan proyek tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi, sehingga tidak menimbulkan gangguan berarti bagi pengguna jalan.
Flyover Sitinjau Lauik di rancang memiliki panjang mencapai 2,774 kilometer dan di bangun di kawasan perbukitan dengan kontur geografis yang kompleks. Tantangan medan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat proyek tersebut membutuhkan perencanaan dan pengerjaan yang matang.
Pemerintah Kota Padang juga tengah mempercepat proses pengadaan lahan yang mencakup 23 bidang. Selain itu, penanganan khusus pada area sempadan sungai menjadi perhatian penting karena di nilai krusial agar tidak menghambat jalannya konstruksi di lapangan.
Keberadaan flyover ini di nilai sangat vital, mengingat jalur Sitinjau Lauik selama ini di kenal sebagai salah satu ruas jalan paling ekstrem dan berbahaya di Sumatera Barat. Tanjakan dengan kemiringan mencapai 45 derajat serta lebar jalan sekitar 16 meter kerap menjadi tantangan bagi pengendara, terutama yang belum berpengalaman.
Bahkan, di lokasi tersebut terdapat jasa bantuan dari warga setempat bagi pengendara yang kesulitan melewati tanjakan curam. Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat risiko yang di hadapi pengguna jalan di kawasan tersebut.
Selain itu, jalur Sitinjau Lauik merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah daerah, seperti Solok, Jambi, hingga Palembang dan bahkan menjadi bagian dari jalur distribusi menuju Pulau Jawa, termasuk Jakarta. Saat musim arus mudik, ruas ini kerap mengalami kepadatan dengan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Dengan di bangunnya flyover ini, di harapkan dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar arus lalu lintas, serta mendukung konektivitas antarwilayah di Sumatera dan sekitarnya.**







