Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:28 WIB

Pemerintah Komit Berantas Mafia Tanah, Negara Tak Boleh Kalah dari Praktik Kriminal

Berantas Mafia Tanah

Berantas Mafia Tanah

Jakarta,http://Eksisjambi.com  -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat pemberantasan mafia tanah demi menghadirkan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.

Penegasan tersebut di sampaikan AHY dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan Tahun 2025, yang melibatkan kementerian/lembaga terkait serta aparat penegak hukum.

Dalam kesempatan itu, AHY memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama aparat penegak hukum yang di nilai berhasil menunjukkan progres signifikan.

“Upaya kolaboratif ini membuahkan hasil nyata. Sebanyak 89 kasus tindak pidana pertanahan berhasil di selesaikan, dengan potensi kerugian negara yang berhasil di selamatkan mencapai Rp23,265 triliun,” ungkap AHY.

Baca Juga :  Prediksi Presiden Prabowo, Indonesia Akan Menjadi Negara Terbesar Keempat

Menurut AHY, praktik mafia tanah merupakan kejahatan serius yang berdampak luas. Tidak hanya merugikan masyarakat sebagai pemilik hak sah atas tanah, tetapi juga menghambat dunia usaha serta mengganggu agenda pembangunan nasional.

“Mafia tanah adalah musuh bersama. Mereka merampas hak rakyat, merusak iklim investasi, dan melemahkan kepercayaan publik terhadap negara. Karena itu, negara harus hadir dan tidak boleh kalah,” tegasnya.

AHY menekankan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam memberantas mafia tanah secara berkelanjutan. Sinergi antara ATR/BPN, kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, hingga lembaga peradilan di nilai penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan tegas dan adil.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV Fadli Sudria: DPRD Prov.Jambi Sudah Tambahkan Anggaran Karhutla

Selain penindakan, pemerintah juga mendorong langkah pencegahan melalui percepatan sertifikasi tanah, digitalisasi data pertanahan, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas layanan publik di sektor agraria.

“Komitmen pemerintah jelas, yakni memastikan hak-hak masyarakat terlindungi dan pembangunan nasional berjalan tanpa gangguan praktik kriminal,” pungkas AHY.

Dengan langkah terpadu tersebut, pemerintah berharap ke depan praktik mafia tanah dapat di tekan secara signifikan, sekaligus memperkuat kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.***

Share :

Baca Juga

Daerah

Resep Donat Pizza Empuk & Lumer, Camilan Unik yang Mudah Dibuat di Rumah

Advertorial

Kadis Kominfo Jambi Ariansyah Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun dari Presiden RI

Daerah

Pemkab Tebo Gelar Asesmen Terhadap Pejabat Eselon III dan IV

Advertorial

Wagub Abdullah Sani, Ajak Warga Binaan Tingkatkan Iman

Advertorial

Anggaran OPD 2026 Kecil

Advertorial

Pj. Bupati Asraf, membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan tahun 1445 H
Jadwal pencairan gaji ke-13 PPPK 2026 diperkirakan Juni–Juli.

Daerah

Jadwal Pencairan Gaji ke-13 PPPK 2026, Ini Rincian Komponen dan Estimasi Nominalnya

Daerah

DPR RI Dorong Gaji Minimum Guru Rp5 Juta per Bulan