Kerinci, http://Eksisjambi.com– Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi menutup seluruh aktivitas wisata dan pendakian Gunung Kerinci mulai 6 Januari 2026 hingga waktu yang belum di tentukan.
Penutupan di lakukan menyusul peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Api Kerinci yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Kebijakan ini di keluarkan berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 7/GI.03/BGL/2026 tertanggal 4 Januari 2026, serta hasil pemantauan intensif petugas di lapangan.
Dalam laporan tersebut di sebutkan, pada 4 Januari 2026 tercatat peningkatan signifikan aktivitas seismik Gunung Kerinci, dengan total 101 kejadian gempa vulkanik dangkal, 14 gempa vulkanik dalam, 27 gempa hembusan, 26 gempa frekuensi rendah, 21 gempa hybrid, 21 gempa tektonik lokal, 1 gempa tektonik jauh, serta 1 gempa terasa dengan intensitas II MMI.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan rekomendasi Badan Geologi, saat ini Gunung Kerinci berada pada Level II (Waspada),” demikian keterangan resmi Balai Besar TNKS dalam pengumuman yang di keluarkan di Sungai Penuh, Selasa (6/1/2026).
Pada status tersebut, masyarakat serta pengunjung di larang mendekati dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Kerinci. Potensi bahaya yang dapat terjadi meliputi pelepasan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi serta lontaran batuan pijar apabila terjadi erupsi.
Selain faktor keselamatan, pihak pengelola juga mencatat adanya peningkatan volume sampah anorganik, khususnya plastik, di sepanjang jalur pendakian R.10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, pasca lonjakan kunjungan pada periode libur Natal dan Tahun Baru.
“Penutupan ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan jalur pendakian,” tulis BBTNKS dalam pengumuman tersebut.
Adapun penutupan berlaku untuk seluruh jalur resmi pendakian Gunung Kerinci, yakni:
- Jalur R.10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci
- Jalur Camping Ground Bukit Bontak, Kabupaten Solok Selatan
Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pihak terkait untuk mematuhi kebijakan ini demi keselamatan bersama dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila pendakian kembali di buka.
Pengumuman tersebut resmi di tandatangani oleh Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNKS, Delfi Andra, S.P., M.Si.**







