Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:26 WIB

Perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1948: Refleksi “Satu Bumi, Satu Keluarga” untuk Harmoni Indonesia

Perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam”

Perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam”

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan penuh khidmat. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri, menjaga keseimbangan alam, serta mempererat harmoni antar sesama.

Hari Raya Nyepi identik dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan utama yang di jalankan selama 24 jam. Keempatnya meliputi amati geni (tidak menyalakan api atau listrik), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Suasana hening dan sunyi menyelimuti berbagai daerah, khususnya di Bali, yang menjadi pusat perayaan Nyepi di Indonesia.

Baca Juga :  Bupati M Syukur Lantik Enam Kades

Tahun ini, perayaan Nyepi mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” yang berarti “Satu Bumi, Satu Keluarga”. Tema tersebut mengandung pesan universal tentang pentingnya persaudaraan tanpa batas, saling menghormati, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Makna dari tema ini juga sejalan dengan semangat kebhinekaan Indonesia. Dalam kehidupan bermasyarakat, nilai “Vasudhaiva Kutumbakam” di harapkan dapat memperkuat toleransi antar umat beragama, serta membangun solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Rangkaian perayaan Nyepi di awali dengan upacara Melasti, yaitu ritual penyucian diri dan alam dengan membawa pratima atau simbol-simbol suci ke sumber air. Kemudian di lanjutkan dengan Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh sebagai simbol pengusiran energi negatif. Setelah itu, umat Hindu memasuki puncak perayaan Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Baca Juga :  Plane Spotter Abadikan Momen Perdana Pengisian Bahan Bakar Udara Pesawat Siluman B-21 Raider

Setelah Nyepi, umat Hindu merayakan Ngembak Geni, yang menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.

Perayaan Hari Raya Nyepi tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga mengajarkan nilai universal tentang pentingnya menjaga kedamaian, kesederhanaan, serta keseimbangan hidup.

Dengan mengusung semangat “Satu Bumi, Satu Keluarga”, di harapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat terus hidup berdampingan secara harmonis menuju Indonesia yang maju dan berkelanjutan.**

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Surah Al-Fatihah Disebut sebagai Obat, Ini Keutamaannya Berdasarkan Hadis

Daerah

Memahami Metode Rukyat Lokal, Rukyat Global, dan Hisab Falakiyah Muhammadiyah
SUT Prabowo Subianto

Internasional

Selamat Ulang Tahun Pak Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Bupati Kerinci Monadi Launching QR Code Kotak Amal Terintegrasi

Daerah

Bupati Adi Rozal Letakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Tahfidz Al Qur,an

Daerah

Klaim Hadiah Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari ini 7 Juni 2026

Daerah

Ketua TP PKK Provinsi Jambi  Dorong UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Sungai Penuh
KPK OTT Gubernur Riau

Daerah

KPK Lakukan OTT di Pemprov Riau, Gubernur Abdul Wahid dan 9 Orang Lain Diamankan