EksisJambi.com- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat lonjakan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) secara nasional pada semester pertama tahun 2025. Sebanyak 42.385 pekerja dilaporkan mengalami PHK, meningkat 32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 32.064 pekerja.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Senin(29/7/2025) menyebutkan bahwa angka ini dihimpun dari laporan bulanan internal Kemnaker. Dari data tersebut, Februari 2025 menjadi bulan terburuk dengan 17.796 kasus PHK, sedangkan jumlah terendah tercatat pada Juni 2025, yakni 1.609 kasus.
Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah dengan jumlah korban PHK terbanyak, yaitu 10.995 orang atau 25 persen dari total nasional. Disusul Jawa Barat (9.494 orang), Banten (4.267 orang), DKI Jakarta (2.821 orang), Jawa Timur (2.246 orang), dan Kalimantan Barat (1.869 orang).
Menanggapi kondisi tersebut, Yassierli menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis. “Kan sudah disampaikan. Kita dari hulu ke hilir strategi kita,” tegasnya.
Kemnaker mengimbau perusahaan untuk terus menjalin dialog sosial dengan pekerja agar PHK menjadi pilihan terakhir dalam menyikapi tekanan ekonomi dan dinamika industri yang terus berubah.(*)







