Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:35 WIB

Presiden Tunjuk Hashim Djojohadikusumo Pimpin Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional

Jakarta, http://Eksisjambi.com – Presiden Prabowo Subianto di kabarkan akan menunjuk adiknya, Hashim Djojohadikusumo, sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi melalui sumber pendanaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Saat ini Hashim juga mengemban sejumlah tugas strategis di pemerintahan, di antaranya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim serta Ketua Satgas Perumahan. Dengan pengalaman tersebut, pemerintah menilai ia dapat memimpin upaya pencarian model pembiayaan baru untuk mendukung pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Dalam struktur satgas tersebut, Hashim akan didampingi oleh Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan serta Mari Elka Pangestu yang saat ini menjabat Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral. Keduanya akan bertindak sebagai wakil ketua dalam satgas tersebut.

Baca Juga :  Al Haris Minta KONI Jambi Siapkan Diri Hadapi Event 2023

Dorong Pendanaan Inovatif

Pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional bertujuan mencari sumber pendanaan alternatif yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pengelolaan taman nasional terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui satgas ini, pemerintah akan mendorong keterlibatan sektor swasta dan berbagai skema pembiayaan baru untuk mendukung konservasi kawasan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan.

57 Taman Nasional Hadapi Keterbatasan Dana

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 57 taman nasional yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, sebagian besar kawasan tersebut masih menghadapi keterbatasan pendanaan untuk pengelolaan, perlindungan ekosistem, hingga pengembangan fasilitas bagi pengunjung.

Baca Juga :  Harimau Sumatera Masuk Kawasan Kantor BRIN Agam, BKSDA Sumbar Tetapkan Status Siaga Satu!

Selama ini, banyak taman nasional yang dinilai lebih menjadi beban anggaran negara karena biaya operasional dan konservasi yang cukup besar, sementara pendapatan dari sektor wisata dan kegiatan lainnya masih relatif terbatas.

Pengembangan Ekowisata

Salah satu strategi yang akan didorong melalui satgas ini adalah pengembangan ekowisata. Pemerintah berharap pengelolaan wisata berbasis konservasi dapat memberikan pemasukan bagi kawasan taman nasional tanpa merusak ekosistem.

Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan dukungan investasi yang tepat, taman nasional diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan yang mendukung pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Edi Purwanto Pemateri Kuliah Umum di UNJA 
Pembangunan Jalan Tol Jambi -Rengat

Daerah

Wamen PU Pastikan Proyek Tol Jambi – Rengat Terus Dikebut

Daerah

Bupati Adirozal Beserta Ibuk Menghadiri Pembukaan MTQ Ke-50 Prov.Jambi
Gubernur Jambi Al Haris menghadiri Indonesia's Geopark Leader

Advertorial

Gubernur Alharis Hadiri Indonesia’s Geopark Leader Forum

Daerah

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi 

News

Kadis Pendidikan H. Murison Laksanakan Instruksi Gubernur Jambi Tentang Kualitas udara Memburuk
Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Prabowo: Pengusaha Rakus Tidak Perlu Mengaku Kedaulatan Pemerintah
Siklon Tropis Senyar

Daerah

Siklon Tropis Senyar Melemah Menjadi Depresi Tropis, Diprediksi Akan Punah