http://Eksisjambi.com – Di tengah derasnya arus modernisasi dan hiruk-pikuk kehidupan dunia, banyak umat Muslim kembali menengok khazanah spiritual para wali sebagai jalan menenangkan batin dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang kembali di perbincangkan adalah Sholawat Sunan Ampel, warisan ruhani Kanjeng Sunan Ampel atau Raden Rahmat, salah satu tokoh utama Walisongo.
Sholawat ini di kenal pula dengan sebutan Sholawat Banyu Segoro, sebuah simbol filosofi mendalam tentang keluasan rahmat, rezeki, dan kasih sayang Allah yang di ibaratkan seluas samudra, tak bertepi dan tak pernah kering.
Dalam tradisi dakwah Sunan Ampel, air bukan sekadar unsur alam, melainkan lambang kehidupan, pembersihan jiwa, dan kekuatan spiritual. Nilai itulah yang di yakini terkandung dalam sholawat ini, sehingga sejak dahulu di amalkan oleh para santri dan masyarakat sebagai wirid penguat batin.
Sebelum mengamalkan sholawat ini, para pengamal di anjurkan untuk bertawasul sebagai bentuk adab dan penyambung sanad spiritual. Tawasul di mulai dengan membaca:
- Bismillāhirrohmānirrohīm (1x)
- Astaghfirullāhal ‘azhīm (70x)
Niat mengharap ridha Allah SWT, di lanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang di hadiahkan kepada:
- Nabi Muhammad SAW
- Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
- Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Setelah itu, barulah Sholawat Sunan Ampel di baca sebagaimana tertulis dalam sanad
Untuk permulaan, sholawat ini di baca 41 kali selama 7 malam berturut-turut, tanpa terputus, dan di wiridkan pada waktu khusus antara pukul 23.00 hingga 24.00 WIB. Waktu ini di yakini sebagai saat tenangnya alam dan terbukanya pintu munajat.
Dalam tradisi lisan para mursyid dan pengamal, Sholawat Sunan Ampel di yakini memiliki sejumlah fadhilah, di antaranya:
Wasilah kelapangan rezeki, bila di baca rutin 100 kali setiap hari. Rezeki di harapkan mengalir seluas samudra, penuh keberkahan dan kecukupan.
Mendatangkan mahabbah umum, di cintai makhluk Allah, bila di amalkan 41 kali setiap hari.
Menumbuhkan kewibawaan dan kehormatan, sehingga pengamalnya di jaga dari penghinaan, meskipun berasal dari kalangan biasa.
Benteng spiritual rumah dan kebun, dengan amalan 1000 kali selama 7 malam, di niatkan sebagai perlindungan dari niat jahat dan gangguan.
Wasilah pengobatan, baik penyakit medis maupun non-medis, dengan membacakan sholawat ini berulang kali kepada orang yang sakit.
Pembuka kepekaan batin, bagi yang memiliki bakat khusus, dengan amalan 313 atau 1000 kali di tengah malam, untuk memperoleh petunjuk yang benar atas izin Allah.
Semua fadhilah tersebut di yakini semata-mata bi idznillah, bukan karena kekuatan sholawat itu sendiri, melainkan karena keikhlasan, adab, dan keteguhan pengamalnya.
Amalan ini di ijazahkan secara umum kepada siapa pun yang ingin mengamalkannya, dengan syarat utama taqwa, niat lurus, dan istiqomah. Sholawat bukan jalan instan, melainkan proses penyucian hati dan penguatan hubungan dengan Allah SWT.
Di tengah dunia yang semakin gaduh, Sholawat Sunan Ampel hadir sebagai pengingat bahwa ketenangan, perlindungan, dan keberkahan sejati bersumber dari spiritualitas yang di jaga dengan adab dan kesabaran. (*)







