Mbay, EksisJambi.com – Subdetasemen Polisi Militer (Subdenpom) Mbay tengah memeriksa empat prajurit senior terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Prada Luky Namo, seorang prajurit TNI yang bertugas di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Pemeriksaan dilakukan setelah adanya laporan dan hasil penyelidikan awal yang mengarah pada dugaan keterlibatan para senior korban. Keempat prajurit tersebut saat ini menjalani pemeriksaan intensif di markas Subdenpom untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.
Komandan Kodim 1625 Ngada, Letkol Inf. Czi Deni Wahyu Setiyawan, menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi tindakan kekerasan di lingkungan satuan.
“Kami berkomitmen menegakkan hukum secara tegas. Jika terbukti bersalah, para pelaku akan diproses sesuai hukum militer dan mendapatkan sanksi yang setimpal,” ujarnya di Mbay, Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, keluarga korban berharap kasus ini diusut tuntas.
“Kami sangat kehilangan. Luky anak yang baik, disiplin, dan sayang keluarga. Kami minta pihak TNI memproses para pelaku dengan adil,” kata ayah korban saat ditemui di rumah duka di Nagekeo.
Prada Luky Namo dilaporkan meninggal dunia beberapa hari lalu dengan indikasi adanya tindak kekerasan. Jenazah korban telah dimakamkan di kampung halamannya.
Pihak Subdenpom memastikan penyelidikan akan dilakukan menyeluruh demi mencari keadilan bagi korban dan memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan di lingkungan militer.(*)







