Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News / Provinsi Jambi

Rabu, 17 September 2025 - 20:31 WIB

Suku Melayu Jambi Warisan, Sejarah dan Peradaban 

Suku Melayu Jambi

Suku Melayu Jambi

JAMBI, Eksisjambi.com – Suku Melayu Jambi adalah salah satu subetnis Melayu yang tumbuh dan berkembang di tanah Jambi. Mereka tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung, Batanghari, Bungo-Tebo hingga Sarolangun.

Pola pemukiman mereka khas: rumah-rumah kayu panggung berdiri di tepian sungai besar maupun kecil, seolah ingin terus menyatu dengan aliran air yang sejak dahulu menjadi nadi kehidupan masyarakat Jambi. Di perkirakan, jumlah populasi mereka mencapai 1,2 juta jiwa dengan bahasa sehari-hari Melayu Jambi, selain Bahasa Indonesia. Seperti masyarakat Melayu lainnya, identitas spiritual mereka lekat dengan Islam yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari adat dan budaya.

Nama Jambi sudah bergema sejak ribuan tahun silam. Catatan prasasti kuno hingga berita Tiongkok menyebut negeri ini dengan nama Chan-pei. Bahkan, jauh sebelum kejayaan Sriwijaya, di wilayah Jambi telah berdiri kerajaan-kerajaan tua seperti Koying (abad ke-3 M), Tupo (abad ke-3 M), dan Kantoli (abad ke-5 M).

Sejarah mencatat Jambi bukan sekadar persinggahan, melainkan juga tanah kelahiran peradaban Melayu. Dari sinilah para penguasa Melayu dan Sriwijaya bangkit, sebelum jejaknya meluas hingga Malaka, Brunei, dan Malaysia modern. Negeri Jambi juga pernah masuk dalam pengaruh Sriwijaya, Malaka, hingga Kesultanan Johor.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Desember 2025 Beredar, Ini Daftar Lengkap dan Cara Klaimnya

Secara antropologis, suku Melayu Jambi berakar dari percampuran berbagai ras sejak masa prasejarah. Migrasi ras Mongoloid dari utara bertemu dengan Austro-Melanesoid dari selatan, melahirkan kelompok Proto Melayu (Melayu Tua) dan Deutro Melayu (Melayu Muda).

Proto Melayu membawa kebudayaan batu, seperti kapak persegi, kapak lonjong, hingga mikrolit.

Deutro Melayu datang kemudian dengan kebudayaan logam dan perunggu, yang menjadi fondasi lahirnya budaya Melayu Nusantara.

Di Sumatra, etnis tua seperti Kerinci, Besemah, Ranau, Minangkabau, Batak Toba, dan Alas Gayo turut mewarnai mosaik kebudayaan. Sejak ribuan tahun lalu, wilayah Jambi dihuni oleh Proto Melayu, termasuk Suku Kerinci, Batin, Penghulu, hingga Suku Anak Dalam.

Sekitar abad ke-1 Masehi, agama Buddha masuk ke Jambi dan melahirkan kebudayaan Melayu Buddha yang berjaya antara abad ke-6 hingga ke-11 M. Namun, pengaruhnya mulai surut pada abad ke-14, di gantikan oleh Islam.

Islam pertama kali hadir sekitar abad ke-7 M, lalu semakin kuat pada abad ke-11. Pulau Berhala menjadi titik penting dalam penyebaran Islam di Jambi. Sejak saat itu, identitas Melayu Jambi bertransformasi: dari Melayu Buddha menjadi Melayu Islam, yang hingga kini menjadi ciri khas utama.

Baca Juga :  Ketua DPRD H. Fajran Hadiri Munas II HKK Nasional

Selain sejarah panjangnya, Suku Melayu Jambi juga dikenal dengan kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Beberapa di antaranya adalah:

Upacara adat dan kepercayaan tradisional, Gotong royong sebagai roh kehidupan sosial, Sistem perkawinan dan kepemimpinan adat, Bahasa Melayu Jambi yang khas, Kesenian rakyat, musik, dan tarian tradisional, Arsitektur rumah panggung di tepian sungai, Ilmu pengetahuan lokal dan pengobatan tradisional, Hukum adat serta pajak negeri, Tradisi kuliner, permainan rakyat, hingga pengelolaan alam

Suku Melayu Jambi adalah potret nyata sebuah bangsa yang lahir dari percampuran sejarah, budaya, dan keyakinan. Dari peradaban sungai, kejayaan kerajaan kuno, masuknya Buddha, hingga berkembangnya Islam, mereka membuktikan bahwa identitas bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus hidup dan bertransformasi.

Kini, Melayu Jambi tetap berdiri dengan kebanggaan: menjaga warisan leluhur sekaligus melangkah ke masa depan di tengah modernitas.(*)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gub.Al Haris Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Fitri 1443 H

Advertorial

H.SUBARI GANTIKAN ANSARI LEWAT PARIPURNA PENGGANTI ANTAR WAKTU (PAW)
Festival Budaya Kurintji 2025

Daerah

Festival Budaya Kurintji 2025 Hadirkan Pengalaman Magis Lewat Tari Aseik, Warga Terhanyut dalam Energi Tradisi

Advertorial

Rabat Beton Untuk Masyarakat Desa Lagan Ilir

Advertorial

Gubernur Alharis : Pembangunan Jalan Tol Jangan Sampai Menganggu Kenyamanan

Advertorial

Buk Ida Siap Lakukan Gebrakan di LPSE Kota Sungai Penuh
Ilmu Mata Kasaf

Artikel

Mengenal Ilmu Hikmah “Mata Kasaf”: Spiritualitas, Puasa, dan Amalan untuk Membuka Mata Batin

Advertorial

Banggar DPRD Kota Sungai Penuh Gelar Audensi Bersama Bakahuda Prov.Jambi