Home / Internasional / Nasional / Nasional / News

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:37 WIB

The 4,500-Year-Old Tunic at the Egyptian Museum

Oplus_131072

Oplus_131072

Eksisjambi.com – Sejarah kembali terungkap dalam bentuk yang sangat langka dan memukau. Sebuah tunik kuno berusia 4.500 tahun kini resmi dipamerkan di Museum Mesir di Tahrir, Kairo. Artefak ini disebut sebagai salah satu pakaian tertua yang pernah ditemukan dalam kondisi hampir utuh, membuka jendela baru bagi para arkeolog dan sejarawan tentang kehidupan dan budaya masyarakat Mesir kuno.

Tunik ini diyakini berasal dari era Dinasti Keempat Mesir Kuno, sekitar tahun 2.500 SM, masa yang berdekatan dengan pembangunan Piramida Giza. Terbuat dari linen halus, tunik tersebut menunjukkan tingkat keahlian tekstil yang sangat maju untuk zamannya. Potongannya sederhana namun elegan, dengan pola lipatan yang rumit dan teknik jahitan yang mencerminkan estetika serta fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari bangsawan atau pegawai istana pada masa itu.

Menurut Dr. Mostafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir, penemuan ini adalah bagian dari hasil ekskavasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade di situs Tarkhan, sebelah selatan Kairo. “Ini bukan hanya pakaian, ini adalah catatan sejarah dalam bentuk kain. Ia menyampaikan kepada kita bagaimana masyarakat Mesir Kuno memandang tubuh, status sosial, dan fungsi pakaian,” ungkap Dr. Waziri dalam konferensi pers pembukaan pameran.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Rumah Kebangsaan Siginjai Provinsi Jambi Ruang Diskusi Publik Bagi Semua Elemen

Tunik Tarkhan, sebagaimana artefak ini dikenal di kalangan ilmuwan, sebelumnya disimpan dalam ruang konservasi tertutup karena kondisinya yang sangat rapuh. Melalui proses restorasi bertahun-tahun menggunakan teknologi konservasi modern, tim ahli berhasil menjaga keutuhan serat-serat linen dan warna aslinya yang samar.

Pameran ini juga menampilkan informasi interaktif, termasuk teknologi digital yang memungkinkan pengunjung melihat simulasi 3D tentang bagaimana tunik itu dikenakan serta konteks sosial-budaya pemilik aslinya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Mesir untuk mendorong minat publik dan wisatawan terhadap sejarah bangsa melalui pendekatan edukatif yang lebih imersif.

Baca Juga :  Suryadharma Ali Meninggal Dunia 

Penemuan tunik ini sekaligus memperkaya koleksi luar biasa yang dimiliki Museum Mesir dan memperkuat posisi Mesir sebagai salah satu pusat peradaban dunia. Sejumlah pakar internasional menyebut tunik ini sebagai “artefak tak ternilai” yang dapat mengubah pemahaman kita terhadap teknologi tekstil awal dan stratifikasi sosial masyarakat kuno.

“Kita tidak hanya melihat selembar kain,” tambah Dr. Elisabeth Riefstahl, seorang ahli arkeotekstil dari Jerman yang turut membantu analisis tunik ini. “Kita melihat narasi 4.500 tahun yang tetap hidup melalui jahitan dan lipatannya.”

Pameran ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun dan diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung salah satu peninggalan tertua umat manusia yang masih terjaga keasliannya hingga kini. (*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Alharis : Pemprov Jadi Ajang Unjuk Bakat Anak Muda Jambi

Advertorial

Pendapat Akhir Fraksi-fraksi Dewan terhadap 2 (dua) Ranperda Inisiatif DPRD Kota Sungai Penuh

Daerah

Wako Ahmadi Terima Kunjungan Gubernur Sumbar
Julio Cesar

Daerah

Julio Cesar Termotivasi Kalahkan Persija di GBLA, Persib Siap Tampil Maksimal

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Lantik Dan Pengambilan Sumpah Jabatan Direktur Perumda Air Minum Tirta Perioda 2023 – 2028

Advertorial

Gubernur Al Haris Sampaikan Usulan Petani Tanjung Jabung Timur Terkait Penambahan PSR
Indonesia menemukan cadangan gas raksasa hingga 7 TCF

Internasional

Indonesia Temukan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Target Produksi 2028

Advertorial

Komisi III DPRD Jambi Study Banding ke PUPR Provinsi Sumsel