SLEMAN,http://Eksisjambi.com – Pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta di targetkan dapat beroperasi secara fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Akses yang akan di fungsikan sementara tersebut di rencanakan melalui Gerbang Tol Purwomartani di Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peninjauan langsung di lakukan oleh Komisi V DPR RI guna memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk akses keluar-masuk tol dan skema pengaturan lalu lintas. Dalam kunjungan tersebut, Komisi V menyoroti pentingnya rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik.
Skema yang di siapkan yakni penerapan sistem satu arah (one way), dari Solo menuju Yogyakarta saat arus mudik, dan sebaliknya dari Yogyakarta ke Solo ketika arus balik.
Langkah ini di nilai strategis untuk menekan potensi kemacetan yang kerap terjadi di jalur nasional Solo–Yogyakarta saat musim libur panjang.
Apabila skema berjalan optimal, waktu tempuh perjalanan yang selama ini berkisar 1,5 hingga 2 jam melalui jalan nasional di proyeksikan dapat di pangkas menjadi sekitar 30 hingga 50 menit.
Jalan Tol Solo–Yogyakarta merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total panjang mencapai 96,57 kilometer dan nilai investasi sekitar Rp26,6 triliun. Proyek ini di kelola oleh PT Jasamarga Jogja-Solo dan terbagi ke dalam tiga seksi pembangunan yang masing-masing memiliki tantangan teknis berbeda.
Selain mengejar target fungsional Lebaran 2026, Komisi V DPR RI juga meminta Direktorat Jenderal Bina Marga pada Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperketat pengawasan konstruksi. Pengawasan tersebut meliputi pemenuhan standar kualitas bangunan, ketahanan terhadap potensi banjir, serta aspek mitigasi gempa mengingat wilayah Yogyakarta dan sekitarnya termasuk kawasan rawan bencana.
Tol Solo–Yogyakarta di rancang untuk menghubungkan Kota Solo, Kabupaten Klaten, hingga kawasan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo secara bertahap.
Kehadiran tol ini di harapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya sektor pariwisata, perdagangan, dan logistik.
Dengan target operasional fungsional saat Lebaran 2026, pemerintah berharap proyek ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas selama periode mudik dan balik yang selalu mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.**







