Eksisjambi.com,Bungo – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar perantau Minang, setelah Joni Hendra menjadi korban kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Almarhum yang berasal dari Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), kini berdomisili bersama keluarganya di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Jenazah Joni Hendra telah dipulangkan ke kampung halaman keluarga di Bungo dan dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir Pal 9, arah Bangko. Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan penuh haru dan diiringi doa dari keluarga serta masyarakat Minang di perantauan.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tragis ini. Ia menjelaskan bahwa proses pemulangan jenazah membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan instansi, melibatkan berbagai pihak dari Papua hingga Sumatera.
“Setelah tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), jenazah langsung dibawa oleh keluarga menuju Bungo, Jambi, dan dimakamkan di Tanah Kusir Pal 9 arah Bangko,” ujar Andre Rosiade, Minggu (27/7/2025).
Proses evakuasi jenazah melibatkan kerja sama antara DPW IKM Papua, warga perantau Minang di Papua, serta aparat keamanan dari Polres Mimika dan pihak keamanan di Sugapa. Jenazah diterbangkan dari Bandara Moses Kilangin, Timika, sekitar pukul 08.30 WIT, lalu transit di Padang sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan darat ke Jambi.
“Kami dari IKM mengapresiasi semangat gotong royong dan persaudaraan warga Minang di perantauan, khususnya di Papua. Semua bahu-membahu membantu hingga jenazah almarhum bisa dipulangkan dan dimakamkan dengan layak,” tambah Andre.
Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan yang terjadi di wilayah konflik Papua. Masyarakat perantau Minang di seluruh Indonesia turut menyatakan solidaritas dan doa untuk almarhum serta keselamatan para perantau lainnya di Papua.(*)







