Jakarta, http://Eksisjambi.com– Teguran atas suara drum yang bising di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, berujung pada dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang warga bernama Pak Darwin. Insiden tersebut memicu perhatian publik dan mendapat respons cepat dari Komisi III DPR RI.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap pelaku tanpa memberikan ruang bagi tindakan arogan maupun intimidatif di tengah masyarakat.
Habiburokhman menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak merasa aman di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk ketika menyampaikan teguran secara baik-baik.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan dan intimidasi. Siapa pun yang terbukti melakukan penganiayaan harus di proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Komisi III DPR RI, yang membidangi hukum dan keamanan, juga meminta Kapolres Metro Jakarta Barat untuk memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.
Selain mendorong penindakan tegas, Habiburokhman menyampaikan empati dan dukungan kepada Pak Darwin sebagai korban. Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi, komunikasi yang baik antarwarga, serta penyelesaian masalah secara damai tanpa kekerasan.
Komisi III DPR RI berharap aparat penegak hukum dapat memberikan efek jera melalui penanganan kasus ini. Penindakan yang tegas di nilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari, sekaligus menjaga ketertiban dan rasa aman di lingkungan masyarakat.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, dan masyarakat menunggu langkah konkret dari kepolisian dalam menegakkan hukum secara adil dan profesional.**







