Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:43 WIB

Cegah Korupsi Pengadaan Barang/Jasa, Kemenko Polkam Tingkatkan Kapabilitas APH dan APIP

Kemenko Polhukam

Kemenko Polhukam

Semarang – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) terus berupaya memperkuat sistem pencegahan korupsi, khususnya dalam sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah.

Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang di gelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025), Kemenko Polkam menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan integritas dan efektivitas tata kelola pemerintahan.

Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum Kemenko Polkam, Dwi Agus Prianto, menjelaskan bahwa korupsi dalam pengadaan barang/jasa memiliki dampak negatif yang luas, baik terhadap efektivitas penggunaan anggaran maupun kualitas hasil pengadaan itu sendiri.

 “Lebih jauh, korupsi di sektor ini bisa sangat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Dwi menambahkan, kolaborasi antara APH, APIP, dan pengelola PBJ sangat krusial dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tindak pidana korupsi di bidang PBJ masih menduduki peringkat tertinggi sejak 2004 hingga 2025.

Baca Juga :  Pertama Kalinya, Jambi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

“Kolaborasi di bidang preventif dan edukatif sangat penting untuk meminimalisir potensi korupsi. Selain penindakan, peran pengawasan dan pembinaan harus di perkuat agar penyimpangan tidak terjadi kembali,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dwi menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola pemerintahan pasca penindakan korupsi, dengan mendorong pergeseran paradigma dari sekadar kepatuhan prosedural  tata kelola berbasis integritas, profesionalisme, dan sistem pencegahan yang berkelanjutan.

“Melalui forum ini, Kemenko Polkam ingin memperkuat kapabilitas APH dan APIP agar mampu menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap proses pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi,” kata Dwi.

Baca Juga :  Pemulihan Aset Negara 2025 Tembus Rp1,531 Triliun, KPK Catat Kenaikan 107 Persen

Rakor tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP, serta para ahli pengadaan barang/jasa pemerintah.

Ratusan peserta dari berbagai instansi  termasuk APH, APIP, dan pengelola PBJ se-Provinsi Jawa Tengah  mengikuti kegiatan ini.

 Mereka mendapatkan pembekalan tentang pemberian keterangan ahli, manajemen risiko, sistem pengaduan PBJ melalui e-Pengaduan dan e-Audit, mitigasi risiko dalam kontrak PBJ, hingga strategi pengawasan dan pencegahan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa.

Kemenko Polkam berharap melalui kegiatan ini, koordinasi lintas lembaga dapat semakin solid, dan praktik tata kelola PBJ di Indonesia akan semakin transparan, efisien, serta bebas dari korupsi.(*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Terima Kunjungan Tim KPK RI ditengah Pandemi Covid-19
Polsek Muara Sabak Timur

Daerah

Breaking News !!! Tersangka Pembunuhan Diamankan Polsek Sabak Timur.
Kapolda Jambi

Daerah

Kapolda Jambi Beri Pembekalan Siswa Diktuk Bintara Polri TA 2025 di SPN Polda 

Daerah

Kerusuhan Liga Indonesia Kembali Terjadi, DPR Minta PSSI dan Pemerintah Bertindak Tegas

Daerah

Gubernur Herman Deru Resmikan Car Free Day di Jembatan Ampera
Pemerintah Kabupaten Kerinci merotasi puluhan ASN

Daerah

Pemkab Kerinci Rotasi Puluhan ASN, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

Daerah

Pedagang Bendera Merah Putih Keluhkan Sepi Pembeli
Pengolahan emas ilegal di Batang hari

Daerah

Pengolahan Emas Ilegal di Batang Hari Digerebek, 12 Orang Diamankan