Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dua Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Jebak di TNGGP

Macan tutul Jawa

Macan tutul Jawa

Bogor, http://Eksisjambi.com –  Dua individu macan tutul jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak di sekitar Resor PTN Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kabupaten Bogor. Temuan ini menjadi catatan penting dalam upaya pemantauan dan konservasi satwa endemik Pulau Jawa yang berstatus Terancam Punah (Endangered).

Dari rekaman yang di peroleh petugas, tampak dua individu dengan perbedaan warna bulu. Satu individu memiliki warna kuning-oranye dengan pola tutul jelas, sementara individu lainnya berwarna gelap kehitaman.

Pihak Balai Besar TNGGP menegaskan bahwa individu berwarna gelap yang kerap di sebut masyarakat sebagai macan kumbang bukanlah spesies berbeda.

“Macan kumbang adalah macan tutul jawa dengan kondisi melanisme, yaitu variasi genetik yang menyebabkan warna bulu tampak hitam. Pola tutulnya tetap ada, namun terlihat samar dan biasanya hanya tampak pada pencahayaan tertentu,” jelas perwakilan TNGGP dalam keterangannya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Hambalang

Menurut pengelola taman nasional, keberadaan dua individu ini menunjukkan bahwa habitat di kawasan Bodogol masih mendukung kehidupan predator puncak. Macan tutul jawa di kenal sangat sensitif terhadap gangguan manusia dan perubahan habitat, sehingga kehadirannya menjadi indikator penting kesehatan ekosistem hutan.
Rekaman kamera jebak ini juga menjadi bagian dari monitoring rutin satwa liar yang di lakukan TNGGP untuk mengetahui sebaran, perilaku, serta dinamika populasi macan tutul jawa.

Data tersebut akan di gunakan sebagai dasar penguatan strategi pengelolaan kawasan, termasuk pencegahan perburuan liar dan konflik satwa-manusia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Sikap Indonesia dalam Perundingan dengan AS

TNGGP mengimbau masyarakat sekitar kawasan konservasi untuk tidak melakukan perburuan, menjaga kelestarian hutan, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengancam satwa di lindungi.

“Perlindungan macan tutul jawa bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak. Satwa ini adalah warisan alam Pulau Jawa yang harus di jaga bersama,” tegas pihak TNGGP.

Sebagai informasi, macan tutul jawa merupakan satu-satunya subspesies macan tutul yang tersisa di Pulau Jawa. Populasinya terus tertekan akibat penyusutan habitat dan perburuan, sehingga setiap temuan individu di alam liar memiliki nilai penting bagi keberlanjutan konservasi satwa langka Indonesia.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Tinjau Lokasi & Serahkan Bantuan Bagi Korban Bencana Angin Kencang Di kelurahan Tungkal

Daerah

Pastikan Ketersediaan & Kestabilan Harga Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Sidak Pasar

Advertorial

Bupati Kerinci Sampaikan 3 Ranperda TA. 2023

Advertorial

Pererat Silaturahmi Pasca Idul Fitri 1446 H. DPRD Tanjabtim Gelar Halal Bihalal
Pesawat ATR 4OO

Daerah

Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak Membawa 11 Orang Penumpang dan Kru
Mahkamah konstitusi

Internasional

Psikolog dan Advokat Gugat Aturan Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR ke MK
kesiapan Tol Kapal Betung jelang arus mudik Lebaran 2026

Daerah

Menjelang Arus Mudik Lebaran 2026, Gubernur Sumsel Tinjau Kesiapan Tol Kapal Betung

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Peringati Hari Lahir Pancasila