Bogor, http://Eksisjambi.com – Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas arah dan strategi kebijakan ekonomi nasional, termasuk sikap Indonesia dalam perundingan ekonomi dengan mitra internasional.
Dalam pertemuan itu, Presiden menegaskan bahwa setiap posisi yang di ambil Indonesia dalam perundingan ekonomi dengan negara mana pun harus benar-benar menguntungkan kepentingan nasional. Secara khusus, Presiden menyoroti agenda perundingan dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat.
Menurut Presiden, Indonesia harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang di capai memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Selain menekankan aspek keuntungan strategis, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan produktivitas industri dalam negeri. Ia menginginkan agar setiap hasil perundingan mampu mendorong pertumbuhan sektor manufaktur, memperluas kapasitas produksi, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat posisi Indonesia dalam global supply chain atau rantai pasok industri dunia. Dengan posisi geografis yang strategis serta sumber daya alam yang melimpah, Indonesia di nilai memiliki peluang besar untuk menjadi simpul penting dalam jaringan produksi internasional.
“Kebijakan yang di ambil harus segera dan sebanyak mungkin memberikan keuntungan konkret untuk Indonesia,” tegas Presiden dalam pertemuan tersebut.
Arahan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menerapkan pendekatan yang pragmatis dan berorientasi hasil dalam diplomasi ekonomi. Setiap kebijakan dan kesepakatan internasional di harapkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata seperti peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta pertumbuhan ekspor.
Langkah ini juga di nilai sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Dengan pertemuan di Hambalang ini, pemerintah menegaskan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perundingan ekonomi internasional yang akan di jalankan ke depan.**







