JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Industri baja nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang impresif. Dalam lima tahun terakhir, produksi baja Indonesia tercatat meningkat hampir 98,5 persen, mencerminkan keberhasilan kebijakan investasi dan hilirisasi yang semakin memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Peningkatan signifikan ini tidak terlepas dari berbagai langkah strategis pelaku industri, salah satunya melalui pembangunan fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 oleh PT Tata Metal Lestari bersama Tatalogam Group.
Kehadiran fasilitas baru tersebut tidak hanya menambah kapasitas produksi baja nasional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan nilai tambah produk baja di dalam negeri.
Pembangunan CGL 2 menjadi bukti nyata komitmen sektor industri baja dalam mendukung program hilirisasi nasional. Dengan teknologi yang lebih modern dan efisien, fasilitas ini di harapkan mampu meningkatkan kualitas produk baja nasional agar semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.
Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian industri nasional serta mendorong pengolahan sumber daya alam agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi bangsa.
Hilirisasi industri baja di nilai strategis karena berperan penting sebagai fondasi bagi sektor-sektor lain, seperti konstruksi, manufaktur, dan infrastruktur.
Pemerintah pun terus mendorong sinergi antara kebijakan dan dunia usaha agar industri baja nasional dapat tumbuh berkelanjutan. Dukungan terhadap investasi, penggunaan produk dalam negeri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar industri baja Indonesia semakin berdaya saing di tengah persaingan global.
Dengan capaian positif tersebut, industri baja nasional di harapkan terus melaju dan menjadi salah satu pilar utama penguatan ekonomi nasional.
Dukungan semua pihak sangat di butuhkan agar sektor strategis ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan Indonesia.*”







