Home / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Otomotif / Peristiwa / Provinsi Jambi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:46 WIB

Ulat Bulu Serang Perladangan Kayu Manis di Kerinci Jambi

Hama Ulat Bulu

Hama Ulat Bulu

KERINCI, http://Eksisjambi.com – Fenomena langka terjadi di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Perladangan kayu manis milik petani di serang ulat bulu yang memakan habis seluruh daun tanaman, sehingga berdampak serius terhadap aktivitas panen dan perekonomian petani, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Serangan ulat bulu ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan terus meluas ke ladang-ladang petani lainnya. Ulat bulu tersebut terlihat menempel di batang kayu manis serta pohon-pohon di sekitarnya, membuat para petani takut mendekat karena menimbulkan rasa gatal hebat pada kulit.

Akibat kondisi tersebut, banyak petani tidak berani turun ke ladang untuk memanen kayu manis, yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan harian mereka, terlebih untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan.

Baca Juga :  PPG Batch 1 Mapel PAI Tahun 2025 LPTK IAIN Kerinci

Zulkifli, salah seorang petani kayu manis di Kerinci, mengatakan bahwa serangan ulat bulu ini sangat berdampak pada kehidupan petani.

“Serangan ulat bulu ini sangat mengganggu. Kulit terasa gatal kalau terkena, jadi kami tidak berani panen kayu manis untuk kebutuhan harian, apalagi menjelang Ramadan,” ujar Zulkifli, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, menjelang Ramadan biasanya petani memilih memanen kayu manis lebih awal untuk menghindari anjloknya harga serta sulitnya mencari pembeli mendekati Hari Raya Idulfitri. Namun, kondisi saat ini justru membuat petani terjebak dalam situasi sulit.

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa harga kayu manis di tingkat petani saat ini masih tergolong rendah, yakni berkisar antara Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga kayu manis sempat mencapai Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Baca Juga :  BKN Terus Lanjutkan Penetapan NIP CASN 2024 Sampai Penetapan SK Pengangkatan

“Kalau kami tidak panen sekarang, nanti makin susah. Tapi kondisi ladang tidak memungkinkan karena ulat bulu masih banyak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menyebutkan bahwa setelah seluruh daun kayu manis habis di makan ulat bulu, di butuhkan waktu sekitar enam hingga tujuh bulan agar daun baru dapat tumbuh kembali secara bertahap.

“Kalau terlalu lama tidak tumbuh daun baru, pohon kayu manis bisa mati. Kalau sudah mati, petani jelas merugi besar,” pungkasnya.

Para petani berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk menangani serangan ulat bulu tersebut agar tidak semakin meluas dan merugikan petani kayu manis di Kabupaten Kerinci.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 16, Wagub Sani Doakan Semoga Jadi Haji Mabrur
Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan aktivitas dengan tiga kali awan panas guguran

Daerah

Gunung Merapi Tiga Kali Luncurkan Awan Panas, Status Masih Siaga (Level III)

Advertorial

Bupati Tanjabtim Dillah Hich dan Wabup Muslimin Tanja Tinjau Langsung Ambruknya Jembatan Kota Harapan

Daerah

Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan

Daerah

Universitas Indonesia Perluas Akses Pendidikan Berkualitas dan Dukung Mahasiswa Berprestasi

Nasional

Polda Jambi Gelar Rakernis Bidpropam 2025: Perkuat Pengawasan untuk Wujudkan Polri Presisi dan Astacita

Advertorial

Gubernur Al Haris : Maknai Hari Buruh Dengan Kegiatan Positif

Nasional

BKN Terus Lanjutkan Penetapan NIP CASN 2024 Sampai Penetapan SK Pengangkatan