Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 2 Maret 2026 - 11:31 WIB

UU ASN Digugat, MK Diminta Setarakan Status PPPK dengan PNS

UU ASN digugat ke Mahkamah Konstitusi. Pemohon meminta status PPPK disetarakan dengan PNS

UU ASN digugat ke Mahkamah Konstitusi. Pemohon meminta status PPPK disetarakan dengan PNS

JAKARTA, http://Eksisjambi.com –  Sejumlah pihak resmi mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam permohonan tersebut, para pemohon meminta agar status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di setarakan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Permohonan itu di ajukan karena para pemohon menilai masih terdapat ketidakadilan dalam pengaturan hak dan kedudukan antara PPPK dan PNS, meskipun keduanya sama-sama berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka menilai perbedaan regulasi saat ini menimbulkan ketimpangan, terutama dalam aspek jaminan karier, masa kerja, hak pensiun, serta perlindungan jabatan.

Dalam berkas permohonan, pemohon berpendapat bahwa PPPK telah melalui proses seleksi nasional yang ketat dan menjalankan tugas pemerintahan yang sama dengan PNS. Oleh karena itu, mereka menilai sudah semestinya PPPK memperoleh hak yang setara, termasuk kepastian jenjang karier dan jaminan sosial di masa purnatugas.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris: Pemprov Jambi-PMI Tingkatkan Sinergi Berikan Layanan Terbaik

Selain itu, pemohon juga menegaskan bahwa prinsip persamaan di hadapan hukum sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Dasar 1945 harus di terapkan secara adil kepada seluruh ASN tanpa membedakan status kepegawaiannya.

Mereka meminta MK menafsirkan ketentuan dalam UU ASN agar tidak diskriminatif dan memberikan perlindungan hukum yang sama.

Menurut pemohon, ketentuan yang membedakan hak PPPK dan PNS berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan berdampak pada motivasi serta kinerja aparatur di lapangan.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya menjelaskan bahwa PPPK dan PNS memang di rancang dengan karakteristik berbeda. PPPK di angkat berdasarkan perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan instansi, sedangkan PNS di angkat sebagai pegawai tetap yang memiliki hak pensiun.

Pemerintah menilai skema tersebut merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk memberikan fleksibilitas dalam manajemen sumber daya manusia di sektor publik. Meski demikian, PPPK tetap mendapatkan hak gaji, tunjangan, dan perlindungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Gantikan Syamsuar, Presiden Jokowi Lantik Edy Nasution Sebagai Gubernur Riau

Mahkamah Konstitusi akan memeriksa kelengkapan permohonan serta mendengarkan keterangan dari para pihak, termasuk pemerintah dan DPR, sebelum mengambil keputusan. Putusan MK nantinya akan bersifat final dan mengikat.

Apabila MK mengabulkan permohonan tersebut, maka ketentuan dalam UU ASN berpotensi mengalami perubahan, khususnya terkait pengaturan status dan hak PPPK. Sebaliknya, jika permohonan di tolak, maka pengaturan yang berlaku saat ini tetap di pertahankan.

Perkara ini menjadi perhatian luas karena menyangkut masa depan jutaan aparatur negara di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting dalam penataan sistem kepegawaian nasional yang lebih adil dan berkeadilan hukum.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Wako Ahmadi Terima Kunjungan Kerja LAM Provinsi Jambi

Daerah

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Gelar Job Fair dan Bazar UMKM
Deretan Gunung Api di Pulau Sumatera

Daerah

Ini Deretan Gunung Api Paling Aktif di Sumatra
Gubernur Jambi Al Haris membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan IRET, TCC, perundungan, dan bahaya narkoba di Kabupaten Bungo.

Daerah

Gubernur Al Haris Buka Sosialisasi Pencegahan IRET, TCC, Perundungan dan Narkoba di Bungo

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Lantik 9 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Daerah

JK Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Daerah

Wako & Wawako Sungai Penuh Hadiri Grand Final Bujang Gadis & Putra Putri Pariwisata Sungai Penuh

Daerah

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia Pencipta Teknologi CP-SAR yang Mendunia