Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:53 WIB

Harga Emas Tertekan, Berpotensi Catat Kerugian Mingguan Terburuk Sejak 1983

Harga emas global berpotensi mencatat kerugian mingguan terbesar sejak 1983

Harga emas global berpotensi mencatat kerugian mingguan terbesar sejak 1983

Jakarta , http://Eksisjambi.com – Harga emas global bersiap mencatat kerugian mingguan terbesar sejak 1983 atau menjadi yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Tekanan terhadap logam mulia ini di picu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak luas terhadap pasar energi dan kebijakan moneter global.

Lonjakan harga energi akibat konflik yang memanas mendorong kekhawatiran inflasi kembali meningkat. Kondisi ini membuat ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral, khususnya Amerika Serikat, menjadi semakin tertekan. Padahal, emas cenderung di untungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan global terhadap logam mulia tersebut.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri FGD Bahas PP Nomor 55 Tahun 2025 di IAIN Kerinci

Tak hanya itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor signifikan. Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis bunga di bandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Akibatnya, investor mulai mengalihkan dana dari emas ke instrumen keuangan lain yang di nilai lebih menguntungkan.

Tekanan semakin dalam dengan adanya aksi jual besar-besaran oleh investor serta arus keluar dari Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis emas. Fenomena ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang cenderung menghindari aset safe haven dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Pj Sekda Alpian Ikuti Prosesi Pelantikan Pj Gubernur Jambi

Akumulasi berbagai faktor tersebut telah mendorong harga emas turun tajam hingga mendekati kisaran sekitar US$4.508 per ons. Penurunan ini menandai salah satu koreksi paling signifikan dalam sejarah perdagangan emas modern.

Analis menilai, arah pergerakan emas ke depan masih sangat bergantung pada dinamika geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta pergerakan dolar AS. Jika ketegangan terus berlanjut dan tekanan inflasi meningkat, volatilitas harga emas di perkirakan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.

Sementara itu, pelaku pasar di sarankan untuk mencermati perkembangan global secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat kondisi pasar yang masih di penuhi ketidakpastian.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh laksanakan Rapat Gabungan

Daerah

Kura-kura Tertua di Dunia Jonathan Dilaporkan Sehat, Bantah Rumor Kematian

Advertorial

Raih Opini WTP, Pj Bupati Asraf : Atas Semangat dan Kerja Keras Bersama

Bangko

DKUMPKP Merangin Tindak Pangkalan Nakal 200 Tabung Gas Ditarik

News

Bamus DPRD Kota Sungai Penuh laksanakan Penjadwalan Kegiatan DPRD Kota Sungai Penuh
Flyover Setinjau Lauik padang

Daerah

Pemkot Padang Gercep Tuntaskan Lahan Fly Over Sitinjau Lauik

Advertorial

Pansus III DPRD Provinsi Jambi meminta Pembangunan Jalan disertai Drainasenya

Advertorial

Lepas Jalan Santai HUT Kemerdekaan, Sekda Minta Seluruh Komponen Turut Membangun Bangsa