Home / Daerah / Nasional / News

Senin, 13 April 2026 - 17:41 WIB

PPPK Tidak Bisa Serta-Merta Dipecat, Ini Dasar Hukum dan Mekanismenya

PPPK tidak bisa dipecat sembarangan oleh pemda

PPPK tidak bisa dipecat sembarangan oleh pemda

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Isu mengenai kemungkinan pemberhentian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh pemerintah daerah (pemda) kembali menjadi sorotan. Namun, secara regulasi dan mekanisme kepegawaian, PPPK tidak dapat di berhentikan secara sepihak tanpa alasan yang sah dan prosedur yang jelas.

PPPK merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki dasar hukum kuat serta perlindungan kerja yang di atur dalam peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, setiap kebijakan terkait pemberhentian harus mengacu pada aturan yang berlaku.

PPPK di angkat berdasarkan perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu. Selama kontrak tersebut masih berlaku, pemda tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan hubungan kerja secara sepihak tanpa dasar yang jelas. Kontrak ini bersifat mengikat kedua belah pihak, baik pegawai maupun pemerintah.

Baca Juga :  Operasi Pasar di Kerinci 560 tabung gas bersubsidi ludes diserbu warga.

Status PPPK di atur dalam Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) beserta peraturan turunannya. Dalam regulasi tersebut di jelaskan bahwa pemberhentian PPPK harus melalui mekanisme resmi dan tidak dapat di lakukan secara sepihak atau karena pertimbangan non-teknis.

Salah satu dasar utama dalam menentukan kelanjutan masa kerja PPPK adalah hasil evaluasi kinerja. Pegawai yang menunjukkan kinerja baik dan memenuhi target kerja tidak memiliki alasan kuat untuk di berhentikan sebelum kontraknya berakhir.

Proses pemberhentian PPPK tidak bisa di lakukan secara instan. Ada tahapan yang harus di lalui, mulai dari evaluasi, pembinaan, hingga pemberian peringatan apabila di temukan pelanggaran. Tanpa proses tersebut, pemberhentian di nilai tidak sah secara administratif.

Meskipun tidak berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK tetap merupakan bagian dari ASN yang memiliki hak perlindungan kerja. Hak tersebut meliputi kepastian status, gaji, serta masa kerja sesuai dengan isi perjanjian yang telah di sepakati.

Baca Juga :  Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Upacara Peringatan Hardiknas 2026 di Sungai Penuh

Jika pemda tetap melakukan pemberhentian secara sepihak tanpa dasar yang kuat, maka berpotensi menimbulkan sengketa hukum. Langkah tersebut bisa dianggap melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PPPK memang tidak memiliki status permanen seperti PNS, namun bukan berarti dapat di berhentikan secara sembarangan. Selama pegawai menjalankan tugas dengan baik dan tidak melanggar ketentuan, posisi PPPK relatif aman hingga masa kontrak berakhir.

Kepastian ini di harapkan dapat memberikan rasa aman bagi para PPPK dalam menjalankan tugas serta memastikan kebijakan kepegawaian tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.**

Share :

Baca Juga

Kode Redeem ff Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru Selasa 3 Februari 2026, Klaim Skin AK47 
Pesawat Militer TNI AU

Daerah

Pesawat A400M Kedua TNI AU Tiba di Indonesia
Kode Redeem FF Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire 7 Maret 2026 Terbaru, Klaim Hadiah Skin Evo 
BAZNAS 2026

Daerah

BAZNAS RI Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H/2026 M Sebesar Rp50.000 per Jiwa

Daerah

Bupati H. Adirozal Pimpin Upacara HUT Sat Pol PP dan Damkar Tahun 2023

Advertorial

Gelar Halal Bihalal Gubernur Alharis: Setelah Merangin Kita Upayakan Muaro Jambi dan Kerinci

Advertorial

Gubernur Al Haris Bisa Hentikan Tambang Batubara,Tetapi Apakah itu Solusi?
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030

Daerah

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030