Sungai Penuh,http://Eksisjambi.com – Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, memimpin sekaligus membuka secara resmi Rapat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan, Kemiskinan Ekstrem, dan Penurunan Stunting Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di pola Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Selasa (5/5/2026).
Rapat di ikuti oleh Asisten I, para Staf Ahli, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Agenda ini bertujuan menyelaraskan program lintas sektor agar lebih terarah, terukur, dan efektif dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, serta Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Kebijakan tersebut menekankan pentingnya keterpaduan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Dalam arahannya, Azhar Hamzah menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Sungai Penuh memprioritaskan sebanyak 1.460 kepala keluarga sebagai penerima manfaat bantuan sosial. Bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.
“Program yang di siapkan mencakup layanan kesehatan bagi penderita stunting, bedah rumah bagi warga kurang mampu, kepesertaan BPJS, hingga pemberian modal usaha bagi keluarga terdampak stunting,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai intervensi pendukung seperti pelatihan olahraga, bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat kurang mampu, yang di rencanakan di salurkan hingga Oktober 2026 atau dalam enam bulan ke depan.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mengintegrasikan program prioritas agar tepat sasaran. Dengan sinergi yang kuat, di harapkan upaya penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting di Kota Sungai Penuh dapat berjalan optimal.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama, kita optimistis target penurunan kemiskinan dan stunting dapat tercapai secara signifikan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing OPD juga memaparkan rencana program dan kegiatan yang akan di laksanakan. Paparan ini menjadi dasar dalam menyusun langkah strategis yang lebih terkoordinasi guna memastikan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.**







