KERINCI, Eksisjambi.com – Kabupaten Kerinci dikenal memiliki banyak situs sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat adat setempat.
Salah satunya adalah Makam Datuk Mengkayu atau yang juga di kenal dengan sebutan Datuk Kain Hitam, tokoh adat yang menjadi bagian penting dalam garis keturunan Luhah Depati Mudo.
Dalam sejarah adat Kerinci, Depati Mudo memiliki hubungan kekerabatan yang melahirkan sejumlah tokoh penting. Depati Mudo di sebut memiliki dua dukung utama, yakni Sutan Depati Tuo dan Sutan Depati Kepalo Rajo, serta empat anak yang dikenal sebagai Datuk Berempat.
Keempat Datuk tersebut terdiri dari Datuk Mengkayu Hitam, Datuk Dewa Nyato, Datuk Menti Ilang Di laman, dan Datuk Panghulu yang kemudian kembali ke wilayah Siulak Mukai Hilir.
Keberadaan Datuk Berempat menjadi bagian dari sejarah penyebaran keturunan dan pembentukan permukiman masyarakat adat di kawasan Kerinci.
Keturunan dari Datuk Berempat kemudian menghuni sejumlah wilayah, di antaranya Koto Datuk, Koto Mudik, Koto Tengah, dan Dusun Baru Semurup serta daerah sekitarnya yang masih berada dalam lingkungan Luhah Depati Mudo.
Makam Datuk Mengkayu/Kain Hitam hingga kini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.
Situs tersebut tidak hanya di pandang sebagai tempat peristirahatan tokoh masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat tentang asal-usul, silsilah keturunan, serta nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Kerinci, kisah Datuk Mengkayu dan Datuk Berempat merupakan bagian dari identitas budaya yang terus dijaga.
Tradisi lisan, peninggalan makam, serta hubungan antar-luhah menjadi bukti bahwa sejarah lokal memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat hingga saat ini.
Pelestarian situs-situs sejarah seperti Makam Datuk Mengkayu/Kain Hitam diharapkan dapat terus dilakukan agar generasi muda memahami akar budaya dan perjalanan leluhur mereka di Bumi Kerinci.*







