Home / Daerah / Internasional / Kerinci / Nasional / News / Sosbud

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengenal Makam Datuk Mengkayu/Kain Hitam, Jejak Sejarah Luhah Depati Mudo di Kerinci

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI, Eksisjambi.com – Kabupaten Kerinci dikenal memiliki banyak situs sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat adat setempat.

Salah satunya adalah Makam Datuk Mengkayu atau yang juga di kenal dengan sebutan Datuk Kain Hitam, tokoh adat yang menjadi bagian penting dalam garis keturunan Luhah Depati Mudo.

Dalam sejarah adat Kerinci, Depati Mudo memiliki hubungan kekerabatan yang melahirkan sejumlah tokoh penting. Depati Mudo di sebut memiliki dua dukung utama, yakni Sutan Depati Tuo dan Sutan Depati Kepalo Rajo, serta empat anak yang dikenal sebagai Datuk Berempat.

Keempat Datuk tersebut terdiri dari Datuk Mengkayu Hitam, Datuk Dewa Nyato, Datuk Menti Ilang Di laman, dan Datuk Panghulu yang kemudian kembali ke wilayah Siulak Mukai Hilir.

Baca Juga :  Audensi Banggar DPRD Kota Sungai Penuh ke DPRD Kota Padang

Keberadaan Datuk Berempat menjadi bagian dari sejarah penyebaran keturunan dan pembentukan permukiman masyarakat adat di kawasan Kerinci.

Keturunan dari Datuk Berempat kemudian menghuni sejumlah wilayah, di antaranya Koto Datuk, Koto Mudik, Koto Tengah, dan Dusun Baru Semurup serta daerah sekitarnya yang masih berada dalam lingkungan Luhah Depati Mudo.

Makam Datuk Mengkayu/Kain Hitam hingga kini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat.

Situs tersebut tidak hanya di pandang sebagai tempat peristirahatan tokoh masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat tentang asal-usul, silsilah keturunan, serta nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Real Count KPU: Perolehan Suara Edminuddin Terus Bertambah

Bagi masyarakat Kerinci, kisah Datuk Mengkayu dan Datuk Berempat merupakan bagian dari identitas budaya yang terus dijaga.

Tradisi lisan, peninggalan makam, serta hubungan antar-luhah menjadi bukti bahwa sejarah lokal memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat hingga saat ini.

Pelestarian situs-situs sejarah seperti Makam Datuk Mengkayu/Kain Hitam diharapkan dapat terus dilakukan agar generasi muda memahami akar budaya dan perjalanan leluhur mereka di Bumi Kerinci.*

Share :

Baca Juga

Kejari Sungai Penuh

Hukum

Rp1,43 M Disita, Kejari Sungai Penuh Serahkan Tersangka Korupsi PJU ke Penuntut Umum
KUA PPAS 2026 Kota Sungai Penuh

News

KUA-PPAS 2026 Disampaikan Wako Alfin, Ini Empat Prioritas Utama
Satelit komunikasi Nusantara 5

Internasional

Satelit Internet Terbesar kecepatan 160 GBPS Milik Indonesia Siap Meroket 

Advertorial

Bupati Monadi Turun Sawah, Tegaskan Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan

Daerah

Sekda Zainal Efendi Tinjau Kegiatan Sunatan Massal di Puskesmas Siulak Gedang

Bangko

Guna Kelancaran Pelayanan SKCK Polres Merangin Siapkan Aula

Kerinci

Renah Pemetik: Potensi Besar Terkendala Akses dan Infrastruktur
KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen anjlok di Stasiun Bumiayu

Daerah

KA Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu, 5 Penumpang Luka Ringan, Perjalanan Terganggu