JAKARTA, Eksisjambi.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, menegaskan pemerintah telah melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dudung kepada awak media pada Senin (19/10/2026). Ia menyebut upaya penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas pemadam kebakaran, prajurit TNI, anggota Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Menurut Dudung, pemerintah juga telah memanfaatkan berbagai peralatan dan teknologi untuk mempercepat proses pemadaman. Teknologi yang digunakan berasal dari berbagai pihak, termasuk dukungan teknologi dari Brasil serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Meski demikian, Dudung mengakui penanganan karhutla menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah luasnya kawasan hutan di Indonesia, sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan mudah dan membutuhkan waktu serta koordinasi lintas instansi.
“Karhutla yang terjadi telah berlangsung lebih dari dua bulan. Luasnya wilayah hutan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman,” jelas Dudung.
Selain fokus pada upaya pemadaman, pemerintah juga terus memperkuat langkah penegakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dudung mengungkapkan, sebanyak 97 perusahaan yang berada di wilayah Sumatra dan Kalimantan telah berhasil diidentifikasi dan akan ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah berharap kombinasi antara upaya pemadaman di lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus memberikan efek jera guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.*







