JAKARTA, Eksisjambi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Hingga pukul 15.43 WIB, IHSG berada di level 5.240,08, turun 133,02 poin atau 2,48 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.373,09.
Sejak awal perdagangan, pergerakan IHSG cenderung berada di zona merah. Indeks dibuka di level 5.357,97, kemudian sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.418,14 sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah 5.182,37.
Penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan jual di pasar saham domestik. Meski sempat bergerak menguat pada awal sesi, pelemahan terjadi hingga menjelang penutupan perdagangan.
Data perdagangan juga menunjukkan bahwa posisi IHSG saat ini masih jauh di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir, yakni 9.174,47, yang menggambarkan masih besarnya jarak pemulihan pasar dibandingkan capaian tertingginya dalam setahun terakhir.
Pelaku pasar kini mencermati berbagai sentimen yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG, mulai dari perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga, hingga kondisi fundamental emiten dan arus dana investor di pasar modal Indonesia.
Analis menilai volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Oleh karena itu, investor disarankan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperhatikan manajemen risiko, serta mencermati perkembangan sentimen ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.(*)







