JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi menerima kunjungan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwanto yang di dampingi Komisaris Independen Nachrowi Ramli beserta jajaran direksi, di Kantor BSSN Ragunan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan dari jajaran pimpinan Jasa Marga, menyusul lawatan kerja Kepala BSSN ke Kantor Pusat PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Jakarta pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas penjajakan sekaligus pematangan rumusan kerja sama strategis di bidang keamanan siber. Kepala BSSN menekankan bahwa transformasi digital yang berlangsung agresif di berbagai sektor harus di imbangi dengan penguatan ketahanan dan keamanan siber yang komprehensif.
Menurutnya, digitalisasi layanan, pengembangan sistem pintar (smart system), hingga adopsi teknologi baru memerlukan fondasi keamanan yang kokoh agar tidak menimbulkan risiko sistemik. Terlebih, sektor strategis seperti pengelolaan jalan tol memiliki dampak luas dan keterkaitan erat dengan urat nadi logistik serta mobilitas nasional.
“Penguatan keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dalam menjaga keberlangsungan operasional dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Untuk merespons tantangan tersebut, BSSN dan Jasa Marga sepakat memfokuskan kerja sama pada tiga aspek utama yang harus di perkuat secara seimbang, yakni penguatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pematangan tata kelola (process).
Langkah mitigasi berkelanjutan di nilai penting melalui peningkatan kesadaran keamanan (security awareness) pegawai, pembaruan sistem secara berkala, penguatan kerangka tata kelola, serta kepatuhan ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
Ke depan, BSSN dan Jasa Marga berkomitmen mendorong kerja sama yang lebih terstruktur dan berkesinambungan. Melalui sinergi lintas sektoral ini, di harapkan sistem dan operasional Jasa Marga semakin tangguh serta resilien dalam menghadapi dinamika ancaman siber di era transformasi digital.**







