Astronomi, Eksisjambi.com – November 2026 menjadi bulan yang menarik bagi para pecinta astronomi. Sepanjang bulan ini, langit malam akan dihiasi berbagai fenomena spektakuler, mulai dari hujan meteor, konjungsi planet, okultasi Jupiter oleh Bulan, hingga Bulan Purnama Beaver Moon.
Sejumlah fenomena tersebut dapat disaksikan dengan mata telanjang, asalkan cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya. Beberapa di antaranya bahkan bisa diamati dari wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Berikut jadwal lengkap fenomena langit yang akan berlangsung sepanjang November 2026.
1. Okultasi Jupiter oleh Bulan – 3 November 2026
Fenomena pertama diawali dengan okultasi Jupiter oleh Bulan. Dalam peristiwa ini, Bulan akan melintas tepat di depan Jupiter sehingga planet terbesar di Tata Surya itu tampak menghilang sesaat dari pandangan pengamat di Bumi.
Fenomena ini dapat diamati dari wilayah tertentu, termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Waktu: Mulai pukul 04.34 WIB
Arah pengamatan: Timur
2. Konjungsi Bulan dan Venus – 7 November 2026
Bulan akan tampak berdampingan dengan Venus menjelang Matahari terbit. Venus yang dikenal sebagai Bintang Kejora akan bersinar terang sehingga menciptakan pemandangan indah di langit fajar.
Waktu: Mulai pukul 04.30 WIB
Arah pengamatan: Timur
3. Hujan Meteor Taurid Utara – 12 November 2026
Bumi akan melintasi jalur debu yang ditinggalkan komet sehingga memunculkan hujan meteor Taurid Utara. Fenomena ini dikenal mampu menghasilkan meteor bola api (fireball) yang sangat terang.
Waktu: Mulai pukul 22.00 WIB
Arah pengamatan: Timur
4. Konjungsi Mars dan Jupiter – 15 November 2026
Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit malam. Mars mudah dikenali karena cahayanya yang kemerahan, sementara Jupiter bersinar lebih terang.
Keduanya dapat diamati menggunakan mata telanjang dan menjadi objek menarik bagi pengamat langit.
Waktu: Sekitar pukul 00.30 WIB
Arah pengamatan: Timur
5. Hujan Meteor Leonid – 17 November 2026
Leonid menjadi salah satu hujan meteor paling terkenal setiap tahun. Fenomena ini berasal dari sisa debu Komet 55P/Tempel-Tuttle yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan kilatan cahaya.
Waktu: Mulai pukul 01.30 WIB
Arah pengamatan: Timur
6. Konjungsi Bulan dan Saturnus – 21 November 2026
Bulan akan terlihat berdekatan dengan Saturnus. Planet bercincin tersebut dapat dikenali sebagai titik cahaya terang, sedangkan teleskop akan memperlihatkan cincin khas Saturnus dengan lebih jelas.
Waktu: Mulai pukul 18.00 WIB
Arah pengamatan: Timur
7. Bulan Purnama Beaver Moon – 24 November 2026
Bulan memasuki fase purnama yang dikenal dengan nama Beaver Moon. Penamaan ini berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara yang mengaitkannya dengan aktivitas berang-berang menjelang musim dingin.
Waktu: Mulai pukul 18.00 WIB
Arah pengamatan: Timur
8. Segitiga Mars, Bulan, dan Jupiter – 30 November 2026
Menjelang akhir November, Mars, Bulan, dan Jupiter akan tampak berdekatan hingga membentuk pola menyerupai segitiga di langit malam. Fenomena ini menjadi penutup yang menarik bagi rangkaian peristiwa astronomi bulan November.
Waktu: Mulai pukul 23.40 WIB
Arah pengamatan: Timur
Tips Mengamati Fenomena Langit
Agar pengalaman mengamati langit semakin maksimal, pilih lokasi yang minim polusi cahaya, pastikan cuaca cerah, dan biarkan mata beradaptasi dengan kondisi gelap selama sekitar 20 menit. Penggunaan teropong atau teleskop dapat membantu melihat detail objek langit, meski sebagian besar fenomena di atas tetap dapat dinikmati dengan mata telanjang.
Dengan beragam fenomena astronomi yang tersaji sepanjang November 2026, bulan ini menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan oleh para pecinta langit malam maupun masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan alam semesta.(*)







