Merangin, eksisjambi.com – Pemerintah Kecamatan Pangkalan Jambu bersama masyarakat adat menggelar Festival Pangkalan Jambu 2025 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-18 Pangkalan Jambu.
Acara yang semarak terpusat di halaman Kantor Camat Pangkalan Jambu ini mengusung tema “Adat Budayo di Jago, Pusako Lamo Kito Lestarikan”, sebagai bentuk pelestarian warisan budaya leluhur yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal, yang akan berlangsung dari tanggal 6 – 7 Agustus 2025.
Tamu undangan mulai memadati lokasi acara yang diawali dengan penyambutan secara adat khas Pangkalan Jambu. Suasana semakin meriah dengan penampilan drumband, pencak silat, serta tarian persembahan dan prosesi Cerano Sirih oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Pangkalan Jambu.
Setelah lagu Indonesia Raya berkumandang dan doa dipanjatkan, acara dilanjutkan dengan laporan dari panitia pelaksana serta sambutan dari Camat Pangkalan Jambu dan tokoh masyarakat setempat. Lagu daerah “Pangkalan Jambu” turut mengiringi suasana khidmat acara pembukaan.
Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penganugerahan gelar adat kepada Bupati Merangin, H. M. Mashyukur, SH, MH, yang ditandai dengan prosesi penyisipan keris oleh Ketua LAM Pangkalan Jambu sebagai simbol kehormatan adat tertinggi. Dalam sambutannya, Bupati Merangin mengucapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya lokal di Pangkalan Jambu.
Setelah sesi ramah tamah, acara berlanjut dengan hiburan rakyat yang menampilkan Tari Skin dan sejumlah penampilan seniman dan artis daerah. Para tamu undangan kemudian diajak meninjau Bazar UMKM serta menyaksikan prosesi adat Meram Pisang Basamo sebuah tradisi gotong royong yang sarat makna kebersamaan.
Puncak kebersamaan terasa saat makan siang bersama digelar pukul 11.00 WIB, mempererat silaturahmi antara masyarakat, pemerintah daerah, serta tamu undangan.
Tidak berhenti di siang hari, rangkaian acara dilanjutkan hingga malam dengan Hiburan Rakyat dan penampilan artis serta seniman daerah hingga pukul 23.00 WIB. Dalam festival ini, juga digelar Pemilihan Bujang & Upik Pangkalan Jambu, serta pertunjukan Seloko Adat sebagai bentuk pelestarian sastra lisan masyarakat Melayu Jambi.
Pihak panitia mengingatkan seluruh peserta dan tamu undangan untuk mengenakan pakaian adat Melayu Jambi sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Para pria mengenakan baju teluk belango, sementara wanita mengenakan baju kurung, kain batik, dan tekuluk.
Festival Pangkalan Jambu 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya, membangkitkan semangat gotong royong, serta membina rasa cinta masyarakat terhadap adat dan tradisi leluhur.(*)







