“Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengalir dari Sungai Batanghari dikonsumsi 2 juta warga. Kualitas air sungai sudah di ambang batas (baku mutu),” kata Al Haris dalam peluncuran Kenduri Swarnabhumi 2022 di Kota Jambi, Jumat (12/8/2022) malam.
Ia mengatakan tingkat pencemaran air sungai saat ini mencapai 49,9 persen dari baku mutu produksi air PDAM maksimal 51 persen.
Pencemaran air sungai yang mengalir sepanjang 800 kilometer dari Sumatera Barat sampai Jambi itu tampak secara kasat mata dari perubahan warna air yang cenderung coklat pekat.
Al Haris menyebut sejumlah pemicu pencemaran berasal dari penambangan tidak berizin, kontaminasi zat kimia, hingga perilaku masyarakat yang membuang sampah rumah tangga sembarangan ke sungai.
“Ambang batasnya sudah di bawah sedikit dari tingkat pencemaran maksimal,” katanya.
Pemprov Jambi telah meluncurkan program Batanghari Bersih sebagai salah satu upaya menormalisasi aliran sungai melalui pelibatan tokoh masyarakat bersama pemerintah daerah menanggulangi permasalahan tersebut.
“Ini soal besar, kalau tanpa lembaga lain kita sulit,” katanya. Al Haris mengatakan program Kenduri Swarnabhumi 2022 sejalan dengan keinginan masyarakat Jambi dalam mewujudkan Batanghari Bersih untuk pemulihan lingkungan serta cagar budaya.
Kenduri Swarnabhumi digelar Kemendikbudristek bersama 14 pemerintah daerah yakni Pemprov Jambi, Pemprov Sumatera Barat, bersama Pemda setempat dan ribuan masyarakat, budayawan, pelaku seni dan budaya, arkeolog, peneliti, sejarawan, komunitas, dan mahasiswa.
Kenduri Swarnabhumi yang membawa narasi Menghubungkan Kembali Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari merupakan wadah penyebarluasan informasi tentang revitalisasi kawasan Cagar Budaya Muara Jambi melalui berbagai kegiatan fisik dan non-fisik di kawasan tersebut.(adv/K*)







