Coffe, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi di pasar internasional pada Minggu, 18 Oktober 2026, menunjukkan tren yang relatif stabil. Kopi Arabika masih bertahan di atas level psikologis 300 sen per pon (lb), sementara Robusta diperdagangkan di kisaran US$3.405 per ton, memberikan sentimen positif bagi pelaku usaha dan petani kopi.
Berdasarkan data perdagangan internasional, harga Arabika (ICE US) berada di 305,60 sen per lb, atau setara sekitar Rp121.600 per kilogram (estimasi konversi). Sementara itu, Robusta (ICE EU) berada di level US$3.405, yang diperkirakan setara sekitar Rp61.500 per kilogram.
Harga Arabika yang mampu bertahan di atas 300 sen per lb menunjukkan permintaan global masih cukup kuat meskipun pasar tetap dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia. Di sisi lain, harga Robusta yang stabil juga menjadi sinyal positif bagi negara-negara produsen, termasuk Indonesia.
Bagi petani kopi di berbagai daerah sentra produksi seperti Kerinci, Jambi, perkembangan harga internasional menjadi salah satu acuan dalam memantau arah pasar. Meski demikian, harga yang diterima petani di tingkat lokal tetap dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kualitas biji kopi, pasokan, biaya distribusi, nilai tukar rupiah, hingga permintaan dari eksportir.
Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, dengan komoditas Arabika dan Robusta yang menjadi andalan ekspor. Pergerakan harga di bursa internasional kerap menjadi perhatian pelaku usaha karena berpengaruh terhadap nilai jual kopi nasional.
Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan cuaca di negara-negara produsen utama, kondisi panen, serta dinamika permintaan global yang berpotensi memengaruhi arah harga kopi dalam beberapa pekan ke depan.
Harga Kopi Internasional 18 Oktober 2026
- Arabika (ICE US): 305,60 sen/lb ≈ Rp121.600/kg
- Robusta (ICE EU): US$3.405 ≈ Rp61.500/kg*







