Religi,Eksisjambi.com – Di kalangan para pencinta sholawat dan pengamal Thariqah Tijaniyah, terdapat satu doa khusus yang di kenal memiliki kedalaman makna spiritual yang luar biasa.
Doa ini di riwayatkan sebagai salah satu amalan yang di baca oleh Maulana Umar Baidhowi Basyaiban RA setelah membaca Sholawat Fatih, sebuah sholawat agung yang masyhur dalam tradisi Tasawuf dan Thariqah Tijaniyah.
Doa ini bukan sekadar rangkaian permohonan biasa, melainkan munajat yang sarat dengan permohonan futuh (pembukaan ilahi), hidayah, ma’rifat, ilmu, hingga akhlak mulia sebagaimana yang di anugerahkan Allah SWT kepada Sayyidina Syaikh Ahmad At-Tijani RA, sang pendiri Thariqah Tijaniyah.
Doa tersebut di baca setelah melantunkan Sholawat Fatih, dengan lafaz sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لَنَا فُتُوْحَ التِّجَانِي…
(hingga akhir doa sebagaimana di kenal luas di kalangan pengamal)
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT membukakan kepada para pembacanya berbagai anugerah ruhani, sebagaimana yang telah di berikan kepada Syaikh Ahmad At-Tijani RA, mulai dari futuh ilahiyah, hidayah, ma’rifat, ilmu, pemahaman, kasyaf, limpahan barokah, hingga kemuliaan akhlak dan cahaya hati.
Dalam terjemah dan penjelasannya, doa ini memuat permohonan agar:
- Di beri pembukaan spiritual (futuh) seperti yang di anugerahkan kepada Syaikh Tijani
- Di beri petunjuk, ma’rifat, dan ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah SWT
- Di anugerahi pemahaman batin (fahm) dan kasyaf
- Di limpahi barokah, cahaya hati (nur), serta akhlak yang luhur
- Di beri kesembuhan lahir dan batin melalui himmah (semangat ruhani)
- Di kabulkan seluruh hajat, baik urusan agama, dunia, maupun akhirat
- Di kumpulkan bersama Rasulullah SAW dan para wali Allah dalam keadaan selamat, di ampuni, di beri afiyah, serta di terima amal-amalnya
Semua permohonan tersebut di panjatkan semata-mata dengan penuh tawadhu melalui rahmat Allah SWT, bukan sebagai bentuk pengkultusan, melainkan tawassul kepada para kekasih Allah.
Keutamaan doa ini semakin di kenal luas setelah di sampaikan oleh Abuya Habibana Idrus bin Ali Baharun RA, seorang ulama besar dan mursyid yang di kenal kewaliannya. Kisah terkait doa ini beliau sampaikan kepada Mas Nofal bin KH Mas Jazuli, cucu dari Syaikhona Mas Umar Baidhowi Basyaiban RA.
Dalam riwayat tersebut, di tekankan bahwa doa ini di baca setelah melantunkan Sholawat Fatih, yang berbunyi:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ…
Sholawat Fatih di kenal sebagai sholawat pembuka segala kesulitan, penutup segala kekurangan, serta wasilah kuat untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW.
Doa kemudian di tutup dengan tawassul:
بجاه سيّد المرسلين صلّی اللّه عليه وسلّم
وبجاه شيخنا وسندنا دنيا واخری سيّدي ابي العبّاس احمد بن محمّد التّجاني رضي اللّه عنه
Tawassul ini menegaskan adab spiritual dalam memohon kepada Allah SWT dengan menyebut kemuliaan Rasulullah SAW dan para wali-Nya.
Doa ini hingga kini masih di amalkan dan di jaga dalam tradisi zawiyah dan majelis Thariqah Tijaniyah, sebagaimana di sebutkan dalam berbagai riwayat, termasuk yang bersumber dari Zawiyah Syaikh Ahmad At-Tijani.
Bagi para pengamal, doa ini bukan hanya bacaan lisan, tetapi jalan untuk memperbaiki akhlak, membersihkan hati, dan memperkuat hubungan ruhani dengan Allah SWT melalui cinta kepada Rasulullah SAW dan para wali-Nya.
Referensi: Zawiyah Syaikh Ahmad At-Tijani







