Home / Daerah / Hukum / Internasional / Nasional / News / Peristiwa

Senin, 12 Januari 2026 - 08:00 WIB

Kasus Nenek Saudah Picu Gelombang Penolakan Tambang Emas Ilegal di Pasaman

Tambang Emas Ilegal

Tambang Emas Ilegal

Pasaman, http://Eksisjambi.com– Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap Nenek Saudah (67), warga Lubuk Aro, Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, beberapa hari lalu, memicu gelombang penolakan masyarakat terhadap aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.

Peristiwa yang menimpa Nenek Saudah kini di jadikan momentum perlawanan warga untuk menolak keberadaan pertambangan emas ilegal yang di nilai telah lama meresahkan dan merusak lingkungan. Warga menegaskan penolakan agar aktivitas tambang ilegal tersebut tidak lagi beroperasi selamanya di kawasan Rao dan sekitarnya.

Berdasarkan pantauan awak media, sejak beberapa hari terakhir media sosial di ramaikan oleh perbincangan warganet, khususnya warga Pasaman, yang menyoroti dampak buruk tambang emas ilegal terhadap ekosistem alam setempat. Isu pencemaran lingkungan hingga konflik sosial menjadi sorotan utama.

Baca Juga :  Mantan Menlu, Wamenlu, dan Tokoh Politik Luar Negeri Apresiasi Dialog Terbuka Presiden Prabowo

Sejumlah warganet menyebutkan bahwa sungai merupakan sumber kehidupan utama masyarakat, terutama bagi warga Rao yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pembudidaya ikan. Namun sejak aktivitas tambang emas ilegal marak, kondisi sungai di laporkan mengalami pencemaran serius.

“Air sungai sudah tidak jernih lagi, di duga tercemar merkuri dari tambang emas ilegal. Ini sangat merugikan kami,” tulis salah seorang warganet dalam unggahan yang ramai di bagikan.

Menurut mereka, pencemaran merkuri telah berdampak langsung pada hasil budi daya ikan serta kualitas air yang di gunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Padahal, keberlangsungan hidup warga sangat bergantung pada aliran sungai yang bersih dan sehat.

Baca Juga :  Kepala Basarnas Tinjau Operasi SAR dari Udara, Tekankan Kecepatan dan Ketepatan Penanganan

Warganet juga menyoroti adanya dugaan kolaborasi antara pengusaha tambang ilegal dengan oknum penguasa setempat, yang menyebabkan aktivitas pertambangan terus berjalan meski merugikan masyarakat dan melanggar hukum.

“Yang untung hanya segelintir orang, tapi yang menanggung dampaknya masyarakat banyak,” ungkap salah satu komentar warga.

Masyarakat Pasaman pun mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas, menghentikan seluruh aktivitas tambang emas ilegal, serta mengusut tuntas dugaan kekerasan dan konflik yang di timbulkan, termasuk kasus yang menimpa Nenek Saudah.

Warga berharap, kasus ini menjadi titik balik penertiban tambang ilegal dan pemulihan lingkungan, demi menjaga keselamatan, keadilan, serta keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah Pasaman.**

Share :

Baca Juga

Advertorial

Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perencanaan APBD Transparan

Daerah

Gubernur Jambi Dukung Pembangunan PLTA Kerinci Merangin Hidro 

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Meninjau Langsung Distribusi Gas Elpiji 3 Kg
Kejari Sungai Penuh

Hukum

Rp1,43 M Disita, Kejari Sungai Penuh Serahkan Tersangka Korupsi PJU ke Penuntut Umum
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026,

Daerah

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan di Indonesia

Daerah

Bupati Monadi Masuk 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Lemhannas RI Tahun 2026
Wisata Danau Kerinci

Daerah

Pungutan Liar Kembali Mencoreng Citra Wisata Kerinci Saat Libur Idulfitri
audiensi BRIN Sumbar

Daerah

Brin Paparkan Hasil Riset Ke Gubernur Sumbar