Eksisjambi.com, Kumun Debai – Ribuan masyarakat tumpah ruah dalam gelaran Kenduri Sko Depati IV Kumun Debai tahun 2025 yang mencatatkan sejarah sebagai ajang budaya terbesar dan termeriah di wilayah Sakti Alam Kerinci, Diselenggarakan di halaman SMPN 6 Kota Sungai Penuh,pada Minggu (6/7/2025) dan acara ini berlangsung penuh khidmat, sakral, dan spektakuler, menyatukan warisan leluhur dengan semangat kolektif masyarakat adat.
Tradisi adat tahunan ini dibuka dengan prosesi Pencucian Sko, dan ditampilkan secara langsung ke khalayak ramai beberapa buah Sko Depati IV Kumun Debai berupa slak, satu lembar piagam, kain tunggal dan sebilah keris.
Dan acara dilanjutkan dengan Pelantikan 30 Depati, 23 Ninik mamak, pemberian gelar adat 7 putra terbaik Kumun Debai dan pengukuhan gelar Depati 1V sebagai simbol tegaknya struktur adat dan marwah nenek moyang yang masih kokoh dijunjung tinggi oleh masyarakat Kumun Debai.
Atmosfer adat terasa begitu kental menyelimuti rangkaian kegiatan, mulai dari arak-arakan prosesi adat, tampak sirih sekapur dan Rokok nan sebatang, hingga pemberian gelar adat, yang semuanya dilangsungkan dengan penuh takzim dan kesungguhan.
Salah satu momen paling memukau dalam Kenduri Sko tahun ini adalah tarian kolosal massal yang melibatkan ratusan penari dari kalangan anak jantan dan anak batino Kumun Debai, Mereka tampil membawakan Tari Sembo putaeh, Tari Iyo-iyo, dan Tari Rangguk Massal secara serentak, mulai dari usia anak-anak, remaja hingga dewasa, menampilkan semangat kolektif dan kekompakan luar biasa.
Tak ketinggalan, Tari Piring, yang sarat akan filosofi kerjasama dan keharmonisan, sukses mencuri perhatian tamu dan undangan. Penampilan-penampilan tersebut menjadi wujud nyata bahwa seni dan budaya masih hidup dan terus mengalir dalam nadi masyarakat Kumun Debai.
Pada kesempatan itu Ketua Adat Depati IV Kumun Debai, Barnis, Dpt, menyampaikan rasa haru dan bangganya.
“Kenduri Sko bukan sekadar upacara. Ia adalah jiwa dan jati diri kita. Tahun ini membuktikan bahwa Kumun Debai tetap kokoh menjaga adat dan warisan budaya. Terima kasih kepada seluruh anak jantan dan anak batino baik yang di kampung maupun di rantau yang telah bersatu menyukseskan acara sakral ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H, juga menambah kehormatan tersendiri bagi masyarakat Kumun Debai, Dalam pernyataannya, ia menyampaikan kekaguman dan apresiasinya atas pergelaran kenduri Sko Depati IV Kumun Debai yang berjalan sangat sukses dan lancar.
“Saya bangga bisa menyaksikan langsung Kenduri Sko Depati IV Kumun Debai. Ini bukan hanya kebudayaan Kumun Debai, tapi juga identitas dan kebanggaan seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Tradisi ini harus terus dijaga dan diwariskan,” tutur Wako Alfin.
Tak hanya dihadiri oleh warga lokal, Kenduri Sko 2025 juga menarik kehadiran para tamu dari luar daerah , DPRD kabupaten kota, unsur Forkopimda, akademisi, BUMN dan BUMD perantau Kumun Debai dari berbagai Daerah, tokoh adat,serta penggiat budaya yang ingin menyaksikan secara langsung keagungan budaya adat yang masih lestari hingga kini.
Gelaran akbar ini menjadi cermin bahwa adat bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi napas hidup masyarakat Kerinci hari ini, yang dapat dirawat dengan semangat zaman tanpa menghilangkan nilai luhur. Kenduri Sko 2025 pun menegaskan posisi Kumun Debai sebagai penjaga garda depan tradisi dan identitas budaya Sakti Alam Kerinci. (Khairul)







