Eksisjambi.com,Kota Sungai Penuh – Dalam upaya menyukseskan salah satu hajat budaya paling sakral dalam kehidupan adat masyarakat Kerinci, Ketua Adat Wilayah Depati IV Kumun Debai, Barnis Dpt, menggelar pertemuan resmi bersama sembilan Kepala Desa (Kades) yang berada dalam wilayah Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Bapak Barnis Dpt pada pagi minggu (28/6/2025) dan menjadi momen penting untuk mematangkan rencana pelaksanaan acara Kenduri Sko yang akan digelar pada Minggu, 6 Juli 2025 mendatang.
Kenduri Sko adalah tradisi adat lima tahunan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat Kerinci, khususnya dalam ajun arah Depati IV Kumun Debai. Acara ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, meneguhkan nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat modern.
Pada Kesempatan itu , Barnis Dpt menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh Kepala Desa yang hadir untuk turut serta memberikan dukungan penuh, baik dari sisi logistik, koordinasi masyarakat, maupun keterlibatan perangkat desa, agar acara yang sarat nilai adat ini dapat berjalan dengan lancar, meriah, dan sukses hingga akhir.
“Kita akan menggelar Kenduri Sko sebagai hajat adat besar, yang hanya berlangsung setiap lima tahun sekali. Ini bukan sekadar acara seremoni, tetapi ini adalah warisan budaya, jati diri kita sebagai masyarakat Kumun Debai yang menjunjung tinggi adat dan tradisi. Saya mengajak seluruh Kepala Desa agar bisa bersama-sama bergandengan tangan menyukseskan acara ini,” ujar Barnis penuh semangat.
Ia juga menekankan bahwa Kenduri Sko bukan hanya untuk para tokoh adat dan perangkat desa, tetapi merupakan milik seluruh lapisan masyarakat adat, baik laki-laki (anak jantan) maupun perempuan (anak batino). Oleh karena itu, Barnis menghimbau secara langsung kepada seluruh anak jantan dan anak batino, baik yang tinggal di wilayah Kumun Debai maupun yang merantau ke luar daerah, agar dapat hadir dan ikut serta dalam menyemarakkan kegiatan tersebut.
“Saya menyerukan kepada seluruh anak jantan dan anak batino, dari mana pun berada, pulanglah. Mari kita sama-sama hadiri Kenduri Sko ini. Ini adalah momen kebanggaan, momen kita menghidupkan kembali semangat kekeluargaan dan adat istiadat nenek moyang,” tegasnya.
Sembilan Kepala Desa yang hadir dalam pertemuan tersebut memberikan respons positif dan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung penuh suksesnya acara. Mereka menilai bahwa Kenduri Sko bukan hanya urusan lembaga adat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah yang luhur dan sarat makna.
Kegiatan Kenduri Sko tahun ini direncanakan akan melibatkan berbagai prosesi adat, seperti penyerahan simbol-simbol adat,pelantdepati, pembacaan silsilah, penampilan berbagai jenis tari mulai dari usia anak- sampai orang Dewasa dan serta jamuan makan bersama seluruh undangan. Selain itu, panitia juga menyiapkan serangkaian kegiatan sosial dan budaya untuk menyambut para tamu yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Dengan koordinasi yang semakin solid antara lembaga adat dan pemerintah desa, masyarakat pun berharap bahwa Kenduri Sko 2025 akan menjadi tonggak keberhasilan dalam merawat tradisi leluhur, serta mempererat persatuan masyarakat adat di bawah payung Depati IV Kumun Debai.(Khairul)







