JAKARTA, http://Eksisjambi.com – Komisi XI DPR RI mulai membahas arah kebijakan ekonomi makro serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027. Dalam pembahasan tersebut, DPR menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di daerah-daerah.
Pembahasan RAPBN 2027 menjadi langkah penting dalam menentukan arah pembangunan nasional beberapa tahun ke depan. Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, pemerintah dan DPR juga menyoroti berbagai indikator sosial yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Berdasarkan target yang di susun pemerintah, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 di targetkan berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Angka tersebut lebih tinggi di banding capaian beberapa tahun terakhir dan di harapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menetapkan sejumlah sasaran strategis lainnya, antara lain:
- Tingkat Kemiskinan: 6,0–6,5 persen
- Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,30–4,87 persen
- Rasio Gini: 0,362–0,367
Target-target tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi secara kuantitatif, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat di nikmati secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pembahasan di Komisi XI DPR RI, sejumlah anggota dewan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu secara otomatis meningkatkan kesejahteraan rakyat jika tidak di barengi dengan pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, serta penguatan ekonomi daerah.
DPR juga mengingatkan agar kebijakan fiskal dan program pembangunan nasional mampu menjawab berbagai tantangan yang masih di hadapi masyarakat, seperti ketimpangan ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Penguatan investasi, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan sektor ekonomi produktif di daerah di nilai menjadi faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah di tetapkan.
Meski demikian, pertanyaan yang terus menjadi perhatian publik adalah apakah kenaikan target ekonomi tersebut akan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Banyak pihak menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya di ukur dari besarnya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan memperkecil kesenjangan sosial.
Pembahasan RAPBN 2027 di perkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahap ke depan. Hasil akhir pembahasan nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional yang di harapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara berkelanjutan.**







