Jakarta, http://Eksisjambi.com – Maung MV3 Mobile Jammer menjadi kendaraan taktis terbaru yang dirancang untuk menghadapi ancaman drone ilegal. Kendaraan ini merupakan versi khusus dari Maung MV3 4×4 yang dilengkapi teknologi anti drone modern untuk mendukung sistem pengamanan strategis.
Kehadiran kendaraan ini dinilai penting karena penggunaan drone ilegal semakin meningkat dalam berbagai kegiatan. Karena itu, diperlukan sistem pertahanan yang mampu mendeteksi dan menetralisir ancaman secara cepat dan akurat.
Maung MV3 Mobile Jammer memiliki perangkat jamming dengan radius hingga 3 kilometer. Teknologi ini bekerja menggunakan metode soft kill, yaitu memblokir sinyal komunikasi drone ilegal agar tidak dapat dikendalikan.
Dengan sistem tersebut, drone dapat kehilangan koneksi dan gagal menjalankan misinya. Teknologi ini dinilai efektif untuk pengamanan area penting dan kegiatan berskala besar.
Selain kemampuan soft kill, kendaraan ini juga dibekali sistem hard kill. Sistem tersebut memungkinkan operator menembak jatuh drone ilegal menggunakan senapan SMB SM5-A1 kaliber 12,7 mm.
Senapan tersebut memiliki jangkauan efektif hingga 1,8 kilometer. Kombinasi dua sistem ini membuat Maung MV3 Mobile Jammer mampu memberikan perlindungan berlapis terhadap ancaman udara tanpa awak.
Secara dimensi, Maung MV3 memiliki panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,8 meter. Bobot kendaraan ini mencapai sekitar 3 ton.
Kendaraan ini menggunakan mesin turbo diesel 2.200 cc dengan transmisi otomatis. Maung MV3 mampu melaju hingga kecepatan aman 100 kilometer per jam dan memiliki jarak tempuh sampai 500 kilometer.
Untuk kebutuhan operasional, kendaraan ini dapat mengangkut empat personel. Maung MV3 juga memiliki lima pintu akses, terdiri dari empat pintu samping dan satu pintu belakang.
Kehadiran Maung MV3 Mobile Jammer menunjukkan perkembangan teknologi pertahanan dalam negeri yang semakin maju. Kendaraan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengamanan nasional dalam menghadapi ancaman drone modern.**







