Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Senin, 29 Juni 2026 - 11:39 WIB

Misteri Danau Kaco Kerinci, Danau Biru Menyala

Oplus_131072

Oplus_131072

Kerinci, http://Eksisjambi.com – Di balik lebatnya hutan tropis kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tersembunyi sebuah danau kecil yang hingga kini masih menyimpan berbagai misteri. Danau tersebut adalah Danau Kaco yang berada di Desa Lempur, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Danau berukuran sekitar 30 x 30 meter ini berada pada ketinggian sekitar 1.289 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski ukurannya relatif kecil, Danau Kaco menjadi salah satu destinasi wisata alam paling unik di Jambi karena memiliki air berwarna biru jernih yang di percaya mampu memancarkan cahaya pada malam hari, terutama saat bulan purnama.

Selain keindahan alamnya, danau ini juga dikenal luas karena berbagai cerita rakyat, legenda, hingga kisah mistis yang terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Fenomena paling terkenal dari Danau Kaco adalah airnya yang tampak bercahaya ketika malam hari, khususnya menjelang dan sesudah bulan purnama.

Pantulan cahaya biru dari dalam danau menciptakan suasana yang begitu magis. Banyak wisatawan mengaku tidak memerlukan penerangan tambahan saat berada di sekitar danau pada malam purnama karena cahaya alami dari air danau sudah cukup menerangi kawasan sekitarnya.

Fenomena inilah yang membuat Danau Kaco menjadi salah satu destinasi favorit para pecinta alam dan fotografi.

Keunikan lain Danau Kaco adalah kedalamannya yang hingga kini masih menjadi teka-teki.

Baca Juga :  Wako AJB Sambut Kunjungan Kasdam II Sriwijaya

Airnya sangat jernih sehingga batang pohon yang berada di dasar terlihat jelas. Namun, masyarakat setempat meyakini bahwa dasar danau sebenarnya belum pernah berhasil di ukur secara pasti.

Konon, berbagai upaya pengukuran menggunakan tali maupun penyelaman disebut tidak pernah mampu mencapai titik terdalam danau tersebut. Meski demikian, klaim tersebut lebih banyak berkembang sebagai cerita masyarakat dan belum memiliki pembuktian ilmiah.

Misteri Danau Kaco juga erat kaitannya dengan legenda rakyat Kerinci tentang Raja Gagak dan putrinya yang cantik jelita, Putri Napal Melintang.

Di kisahkan, kecantikan sang putri menarik perhatian banyak pangeran dari berbagai kerajaan. Para pelamar datang membawa hantaran berupa emas, intan, dan berbagai permata berharga.

Namun, Raja Gagak justru di kuasai keserakahan. Menurut legenda, ia membawa putrinya beserta seluruh harta pemberian para pelamar ke tengah danau, lalu menenggelamkannya.

Masyarakat percaya bahwa cahaya biru yang muncul dari dasar Danau Kaco berasal dari kilauan emas, intan, dan permata milik Putri Napal Melintang yang masih tersimpan hingga sekarang.

Legenda tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya lisan masyarakat Kerinci dan tidak dapat dipastikan kebenaran sejarahnya.

Untuk mencapai Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri hutan TNKS selama kurang lebih empat jam dari Desa Lempur.

Baca Juga :  RSUD Mayjen H.A. Thalib Gelar RTD, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan dengan Puskesmas

Perjalanan melewati hutan tropis yang masih alami dengan berbagai jenis flora dan fauna khas Sumatra. Karena medan cukup menantang, wisatawan di sarankan menggunakan jasa pemandu lokal demi keselamatan.

Selain legenda harta karun, Danau Kaco juga dikenal dengan berbagai kisah mistis.

Beberapa warga setempat meyakini kawasan hutan menuju danau di huni makhluk tak kasat mata yang dapat menyesatkan orang-orang yang bersikap tidak sopan atau memiliki niat buruk.

Salah satu kisah yang sempat menjadi perhatian publik adalah laporan hilangnya seorang pelajar pada tahun 2020 setelah terpisah dari rombongannya saat perjalanan pulang dari Danau Kaco.

Meski demikian, berbagai cerita mistis tersebut merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat setempat dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

Terlepas dari berbagai misteri yang menyelimutinya, Danau Kaco tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Kerinci. Kejernihan airnya, suasana hutan yang masih asri, serta legenda yang berkembang menjadikan lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengunjung diimbau untuk tetap menjaga kelestarian alam, mematuhi aturan kawasan konservasi TNKS, serta menghormati adat dan budaya masyarakat setempat agar keindahan Danau Kaco tetap terjaga untuk generasi mendatang.**

Share :

Baca Juga

Internasional

Satria Kumbara Luka Parah Diserang Mortir dan Drone Ukraina

Advertorial

Kadis PUPR Maya Novefri Dampingi Sekda Kerinci Resmikan Acara Sub Kegiatan Normalisasi/Restorasi Sungai
Gubernur Jambi Alharis

News

Uji Publik Monev KIP 2025, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Jambi Menuju Pemerintahan Terbuka

Daerah

Satu Buah Rumah Milik Warga Di Rimbo Ulu Nyaris Ludes Terbakar

Daerah

Wako Alfin Hadiri Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh

Daerah

Gubernur Al Haris Resmi Lantik DPW IAEI Jambi 2026-2031

Bangko

Masyarakat Tabir Ulu Perbaiki Jalan Secara Swadaya
Polres Kerinci

Daerah

8 Bulan Sembunyi, Pak Pari Tak Berkutik Dikepung Polisi! 112 Gram Sabu Jadi Bukti