Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Naskah Surat Ulu di Kota Jambi Ungkap Mantra Penyucian Diri

Naskah Aksara Ulu

Naskah Aksara Ulu

JAMBI, Eksisjambi.com –  Penemuan sebuah naskah kuno Surat Ulu di Kelurahan Selamat, Kota Jambi, kembali membuka tabir kekayaan warisan budaya masyarakat pedalaman Sumatera. Naskah yang ditulis menggunakan media kulit kayu gaharu (khaghas) itu berisi mantra serta tata cara belangir atau mandi penyucian diri, yang menjadi bagian dari tradisi spiritual masyarakat masa lampau.

Surat Ulu, yang juga dikenal sebagai Aksara Ulu atau Aksara Kaganga, merupakan sistem penulisan tradisional yang berkembang di wilayah pedalaman (uluan) Sumatera bagian tengah hingga selatan. Nama “Ulu” berasal dari kata hulu, yang merujuk pada kawasan dataran tinggi atau hulu sungai tempat masyarakat penggunanya bermukim.

Aksara ini digunakan oleh berbagai suku di Sumatera, di antaranya Besemah, Rejang, Lembak, Musi, Ogan, Lampung, serta sejumlah komunitas lainnya.

Ditulis di Kulit Kayu Gaharu

Pada masa lalu, masyarakat uluan memanfaatkan berbagai bahan alami sebagai media tulis. Namun, yang paling umum digunakan adalah kulit kayu gaharu (khaghas). Seiring berkembangnya perdagangan, sebagian naskah juga mulai ditulis di atas kertas Eropa.

Baca Juga :  Bencana Hidrometeorologi Basah Terus Berlanjut Diberbagai Wilayah Indonesia

Isi manuskrip Surat Ulu sangat beragam, mencerminkan tingginya tingkat literasi masyarakat pada zamannya. Naskah-naskah tersebut memuat silsilah keluarga, hukum adat, ajaran Islam, mantra pengobatan tradisional, hingga ramalan nasib.

Dalam perkembangannya, penggunaan Surat Ulu mulai tergeser oleh aksara Jawi (Arab-Melayu) dan kemudian huruf Latin. Meski demikian, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan agar warisan aksara asli Nusantara ini tetap dikenal oleh generasi muda.

Berisi Mantra Penyucian Diri

Naskah yang ditemukan di Kelurahan Selamat, Kota Jambi, diketahui berisi kumpulan mantra serta tata cara belangir, yakni ritual mandi sebagai simbol penyucian diri.

Salah satu bagian naskah telah berhasil dibaca dan ditransliterasi oleh ahli. Berikut isi salah satu kutipan tersebut.

Transliterasi:

“Hulada huladi hu, urip tiyada kana ing pati. Bibi kata Muhamat Rahayu kata Alah, urip tiyada kana ing pati. Ini ucap Alah.”

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris : Idul Fitri Momen Saling Memaafkan 

Arti:

“Hulada huladi hu” merupakan pembuka mantra. Selanjutnya bermakna doa agar seseorang hidup tanpa terkena guna-guna atau gangguan hingga akhir hayat. Kalimat “Bibi kata Muhammad, Rahayu kata Allah” mengandung harapan keselamatan dari Allah, sehingga hidup terhindar dari berbagai gangguan sampai meninggal dunia. Penutupnya berbunyi, “Inilah ucapan Allah.”

Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan

Keberadaan naskah Surat Ulu menjadi bukti bahwa masyarakat pedalaman Sumatera telah memiliki tradisi tulis yang maju jauh sebelum penggunaan huruf Latin meluas. Selain memiliki nilai sejarah, manuskrip-manuskrip tersebut juga menyimpan informasi penting mengenai adat istiadat, kepercayaan, sistem sosial, hingga perkembangan Islam di wilayah Sumatera.

Pelestarian naskah kuno, penelitian ilmiah, serta pengenalan Aksara Ulu kepada generasi muda dinilai menjadi langkah penting agar warisan budaya tersebut tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.(*)

Share :

Baca Juga

SMAN 6 KERINCI

Daerah

Siswa SMAN 6 Kerinci Kembali Mogok Belajar, Desak Gubernur Jambi Copot Kepala Sekolah Azwardi

Daerah

PUTR Provinsi Jambi: Material Jalan Ruas Renah Pemetik Segera Masuk Lokasi

Daerah

Bandara Sultan Thaha: Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan Daerah

Advertorial

Gubernur Al Haris Kompak Bersama Wagub Sani Hadiri Halal BI Halal bersama PERKASA

Daerah

Cek Kepatuhan Personil, Polres Tebo Cek Urine Dadakan
Doa Selawat Fatih

Daerah

Ini Doa Khusus yang Dibaca Maulana Umar Baidhowi Basyaiban RA Usai Sholawat Fatih

Daerah

Ini Tanggapan Warga Tarif Tol Padang – Sicincin 

Daerah

Oknum Kabid SDA Bersama Suaminya Jatuhkan Citra Walikota Sungai Penuh