Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News

Kamis, 11 September 2025 - 06:42 WIB

Ulama Abuya Sayyid Bermimpi Rasulullah Aku Cinta Orang Indonesia

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki

Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki

Eksisjambi.com – Kisah penuh hikmah datang dari sosok ulama besar abad ke-21, Abuya Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi al-Maliki al-Hasani, seorang alim ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang dikenal luas di dunia Islam. Dalam sebuah peristiwa spiritual, beliau pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang menyampaikan kecintaan khusus kepada umat Islam asal Indonesia.

Abuya Sayyid lahir di Makkah pada tahun 1365 H/1945 M. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan ilmu di bawah asuhan ayahandanya, Sayyid Alawi al-Maliki. Setelah sang ayah wafat pada 1971, Abuya dipercaya untuk melanjutkan syiar dakwah dan majelis taklim yang dirintis keluarganya.

Pada tahun 1970, Abuya meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar, sekaligus menjadi dosen di Universitas Ummul Qura Makkah dan Universitas King Abdul Aziz. Namun, beliau kemudian memilih fokus mengajar di majelis taklim yang didirikannya sendiri. Selama hidup, beliau menulis lebih dari 100 kitab, banyak di antaranya diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Pleno Penetapan Nomor Urut Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh 2024 Sukses Digelar

Suatu ketika, Abuya Sayyid bersama rombongan ulama berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah. Di sana, beliau mengalami kasyaf—tersingkapnya hijab batin—dan berjumpa langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjumpaan itu, beliau melihat banyak orang berkerumun di belakang Rasulullah. Abuya lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?”

Rasulullah menjawab, “Mereka adalah umat yang sangat mencintaiku, dan aku juga sangat mencintai mereka.”

Abuya bertanya lagi, “Dari mana mereka berasal, wahai Rasulullah?”

Rasulullah pun menjawab singkat namun penuh makna: “Indonesia.”

Mendengar jawaban itu, Abuya Sayyid terharu hingga menyatakan bahwa dirinya pun sangat mencintai orang-orang Indonesia.

Kecintaan Abuya kepada Indonesia bukan sekadar ucapan. Beliau mendirikan pondok khusus untuk para santri asal Indonesia, kerap memberi hadiah buah tangan kepada tamu dari Nusantara, dan tak jarang berkunjung langsung ke tanah air untuk berdakwah.

Baca Juga :  Gempa M 5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Dirasakan Hingga Solok Selatan

Kisah ini kemudian menjadi masyhur di kalangan pesantren. Banyak yang meyakini bahwa salah satu alasan Nabi Muhammad SAW mencintai umat Islam Indonesia adalah ekspresi keberagamaan masyarakatnya yang penuh cinta, toleransi, serta kerinduan mendalam kepada Rasulullah.

Menjelang wafat, Abuya bahkan mengundang seorang habib asal Indonesia untuk menemaninya hingga akhir hayat. Beliau berpulang pada 15 Ramadhan 1425 H (30 Oktober 2004 M) dan dimakamkan di Ma’la, Makkah, dekat makam Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid.

Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa cinta Rasulullah kepada umat Indonesia adalah anugerah yang harus dijaga dengan meningkatkan iman, takwa, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Lahu al-Fatihah.(*)

 

 

Share :

Baca Juga

ASITA Padang

Internasional

ASITA Sumbar Dorong Pembukaan Rute Penerbangan Langsung Padang – Kota Bharu, Malaysia

Advertorial

Semarakkan HUT RI,Bupati Kerinci Ikuti Bagi Bendera Merah Putih Kepada Warga

Daerah

Bupati Adirozal Lantik 31 Pejabat Eselon III Lingkup Pemkab Kerinci.

Advertorial

Pemerintah Kota Sungai Penuh Kembali Raih WTP Ke 10 Berturut-Turut

Daerah

Anak Perempuan Ditemukan di Dekat TK Bhayangkari Sungai Penuh
Kode Redeem Free Fire Terbaru

Daerah

Kode Redeem Free Fire Terbaru 12 Maret 2026, Klaim Skin Senjata 

Advertorial

DPRD Kota Sungai Penuh Sambut Aksi Demonstrasi Mahasiswa 

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Buka Rakor Pemetaan Kerjasama Dalam Negeri