MALALAK,Eksisjambi.com – Warga dan para pencinta alam yang menjelajah hutan di kawasan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kerap di buat terkejut oleh pemandangan tak biasa.
Di tengah rimbunnya pepohonan dekat sebuah air terjun tersembunyi, berdiri tegak sebuah pedang raksasa yang seolah menancap ke tanah.
Namun, jangan salah sangka dulu. Pedang tersebut bukanlah senjata asli peninggalan masa lalu, melainkan replika tugu yang di bangun sebagai penanda sejarah Keberadaannya terkait erat dengan Ekspedisi Bukit Barisan 2011 yang di lakukan oleh pasukan elit Kopassus di Gunung Singgalang.
Sebagai bentuk kenang-kenangan, tim ekspedisi mendirikan sebuah tugu berbentuk pedang yang menancap ke bumi, lengkap dengan prasasti dan tiang bendera Merah Putih di sekitarnya.
Sayangnya, kondisi monumen unik ini kini terlihat kurang terawat. Bendera sudah lusuh, prasasti mulai kusam, dan area sekitarnya jarang di bersihkan.
“Lokasinya memang agak sulit di jangkau. Harus masuk ke dalam rimbo (hutan) sehingga tidak banyak orang yang datang, Tapi justru itulah yang membuat tempat ini terasa magis dan penuh misteri,” ungkap seorang pendaki lokal.
Selain pesona sejarah, kawasan ini juga menyimpan keindahan alam luar biasa. Suara gemuruh air terjun yang mengalir deras di dekat tugu menambah kesan eksotis. Bagi para penjelajah, menemukan pedang raksasa di tengah hutan tentu menjadi pengalaman tak terlupakan.
Kini, para pegiat alam berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun komunitas pecinta alam untuk merawat situs unik ini.
Sebab, selain bernilai sejarah, tugu pedang Malalak bisa menjadi daya tarik wisata alternatif di Sumatera Barat.(*)







