Home / Daerah / Kerinci / Nasional / News

Minggu, 8 Juni 2025 - 16:10 WIB

Penyantangan Kayu Manis Umur 25 Tahun di Kerinci – Warisan Waktu dan Aroma yang Mendunia

Eksisjambi.com,Kerinci- Di balik hamparan hijau kaki Gunung Kerinci, kayu manis usia 25 tahun menjadi saksi ketekunan petani dan nilai ekonomi yang terus menanjak. Kini, penyantangan kulitnya membuka cerita panjang tentang tradisi, pasar ekspor, dan regenerasi petani muda.

Pagi ini di Desa Lempur Mudik, Kabupaten Kerinci, Jambi, aroma khas rempah menyeruak tajam dari batang-batang pohon yang baru saja disayat. Suara parang mengelupas kulit tua terdengar ritmis, menandai dimulainya proses penyantangan kayu manis—aktivitas yang tak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga simbol kedewasaan pohon dan ketekunan petani.

Tapi penyantangan kali ini berbeda. Bukan pohon muda usia 8–10 tahun yang lazim dipanen, melainkan kayunya telah berumur 25 tahun. Di sinilah cerita menjadi istimewa.

Kayu manis Kerinci, khususnya jenis Cinnamomum burmannii, dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena aromanya yang kuat, kandungan minyak atsiri tinggi, dan kulitnya yang tebal. Dengan ketinggian geografis di atas 1.000 meter dari permukaan laut serta tanah vulkanik subur, daerah ini menjadi tempat ideal bagi pohon kayu manis untuk tumbuh perlahan namun kokoh.

“Pohon ini saya tanam waktu anak saya lahir, sekarang dia sudah jadi guru Aswadi (63 tahun), sambil menunjukkan batang kayu manis besar yang siap disantang. “Butuh kesabaran 25 tahun, tapi hasilnya jauh lebih mahal dan aromanya luar biasa.”ungkapnya.

Baca Juga :  Ketua Pengprov IMI Jambi Guntur Muctar Klarifikasi Terkait peristiwa insiden Off Road di Jambi

Penyantangan dimulai dengan pengupasan kulit luar, lalu dilanjutkan dengan pengelupasan hati kulit yang mengandung minyak atsiri. Proses ini dilakukan dengan alat sederhana seperti parang dan pisau lengkung, namun membutuhkan keahlian tinggi agar kulit tidak rusak dan tetap utuh saat dijemur.

Dalam praktiknya, kulit dari kayu manis tua seperti ini bisa mencapai ketebalan 3–4 mm, jauh lebih tebal dibanding pohon yang berumur 10 tahun. Setelah dikeringkan selama 5–7 hari, kulit tersebut digulung dan siap dijual, sebagian untuk pasar lokal dan sebagian lagi diekspor.

Data dari Dinas Perdagangan Kabupaten Kerinci menunjukkan bahwa ekspor kayu manis tua meningkat hingga 40% sejak 2023, terutama ke Eropa, Timur Tengah, dan Jepang. Kandungan sinamaldehida yang tinggi dalam kulit kayu manis tua dianggap lebih unggul untuk industri makanan, minuman herbal, hingga parfum.

“Pasar luar negeri kini mencari kualitas, bukan sekadar kuantitas,” kata Maya Sari, eksportir rempah asal Sungai Penuh. “Kayu manis umur 25 tahun dari Kerinci punya nilai jual dua kali lipat dibanding panen usia muda.”ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Linmas, Babinsa Berikan Pelatihan PBB

Namun, tidak semua sisi cerita ini cerah, Petani muda cenderung enggan menanam kayu manis dengan masa panen yang terlalu lama, Anak muda sekarang maunya yang cepat panen, Kalau tidak ada insentif dari pemerintah, siapa lagi yang mau tunggu 25 tahun.”keluh Pak Aswadi

Di sisi lain, konversi lahan menjadi perkebunan sawit dan pertanian jangka pendek juga menjadi ancaman. Lahan-lahan kayu manis tua perlahan tergeser oleh tanaman yang dianggap lebih cepat untung.

Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mulai menggagas skema agroforestry lestari, dengan insentif bagi petani yang mau menanam kayu manis jangka panjang di lahan lindung. Kolaborasi dengan koperasi, pelatihan pascapanen, dan kemitraan ekspor juga menjadi prioritas.

“Kalau ingin kayu manis Kerinci tetap eksis 50 tahun ke depan, kita harus mulai dari regenerasi petani dan insentif ekonomi yang jelas,” ujar Kepala Dinas Perkebunan

Penyantangan kayu manis umur 25 tahun di Kerinci bukan sekadar panen, melainkan puncak dari kesabaran, budaya, dan hubungan manusia dengan alam. Dalam selembar kulit harum yang tergulung, tersimpan kisah puluhan tahun perjuangan petani, nilai warisan, dan harapan akan masa depan pertanian rempah Indonesia yang berkelanjutan.(*)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Pertemuan Bersama BPK RI Perwakilan Jambi

Bangko

Dandim 0420/Sarko Jadi Irup Upacara 17an

Advertorial

Rapat Paripurna Anggota DPRD Tanjab Timur Terkait 2 Ranperda Tahun 2024

Daerah

Turun Ke Level 2 Wako Ahmadi Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19

Advertorial

DPRD Tanjab Barat Gelar Rapat Paripurna Kedua
Walikota Sungai Penuh ALFIN, SH

Daerah

Hari HAB, Wako Alfin Inginkan Kemenag Kuat Menjaga Sinergitas

Advertorial

Gubernur Alharis Tegaskan Gaya Hidup ASN Tidak Berlebihan

Advertorial

Bupati H.Adirozal Serahkan Baznas Kepada Garim atau Marbot Masjid