MAMUJU, Sulawesi Barat – Wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, ternyata menyimpan harta karun alam yang luar biasa.
Berdasarkan hasil penelitian, daerah ini memiliki potensi kandungan emas mencapai 2.500 ton. Fakta ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Mamuju, Andi Sukri Tammalele.
Menurut Andi Sukri, lokasi potensi emas tersebut berada sekitar 192 kilometer dari Kota Mamuju. Kini, dua perusahaan telah menunjukkan minat serius dengan memulai tahap eksplorasi untuk memastikan potensi tambang tersebut.
“Saat ini ada dua perusahaan yang sedang melakukan tahap eksplorasi tambang emas, salah satunya adalah perusahaan dari Jakarta, yakni PT Dibia,” ujar Andi Sukri.
Ia menjelaskan bahwa cadangan emas itu berada di dua aliran sungai besar, yakni Sungai Teroto dan Sungai Petangon, dengan luas areal eksplorasi mencapai 3.000 hektare.
Awalnya, pemerintah daerah tidak menyangka bahwa wilayah tersebut menyimpan kekayaan mineral yang besar.
“Awalnya kami tidak menyangka jika dua sungai besar tersebut menyimpan potensi emas. Namun setelah dilakukan penelitian dan uji laboratorium, ternyata kedua sungai memiliki kandungan emas yang cukup tinggi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap, keberadaan potensi emas di Kalumpang dapat menarik investasi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Namun, Andi Sukri juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip pertambangan berkelanjutan agar kegiatan eksplorasi tidak merusak ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.
“Kami akan mengawasi setiap tahap eksplorasi agar tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kalumpang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah pedalaman di Mamuju dengan akses yang cukup menantang. Jika proyek eksplorasi emas ini berjalan lancar.
bukan tidak mungkin daerah tersebut akan menjadi pusat ekonomi baru di Sulawesi Barat, sekaligus membuka babak baru sektor pertambangan di wilayah itu.(*)







