ACEH http://Eksisjambi.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik menggunakan helikopter dan pesawat ke tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, pada Sabtu (29/11).
Pengiriman di lakukan untuk mempercepat suplai kebutuhan dasar kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Pengiriman pertama di lakukan melalui Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, menggunakan helikopter BNPB. Pada sortie pertama, helikopter tersebut mengangkut 588 kilogram bantuan, terdiri atas 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji.
BNPB menargetkan dua sortie pengiriman bantuan menggunakan helikopter pada hari yang sama.
Sementara itu, bantuan lain diberangkatkan menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNG melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Pesawat ini di jadwalkan mendarat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, untuk selanjutnya di distribusikan ke wilayah terdampak.
Pada sortie pertama, pesawat membawa berbagai kebutuhan logistik dan peralatan, antara lain:
- Indomie 50 karton
- Eprokal 5 karton
- Naraga 7 karton
- Genset 2 unit
- Starlink 2 unit
- BBM 20 liter
Untuk sortie kedua, bantuan yang diterbangkan meliputi:
- Family food 20 dus
- Hygien kit 10 dus
- Selimut 1 karung
- Kelambu 1 karung
- Sarung 1 karung
- Tanggo 3 dus
- Pembalut 3 dus
- Popok bayi 1 dus
- Perlengkapan telekomunikasi 4 koli.
Bantuan ke Kabupaten Aceh Tengah juga dilakukan dalam dua sortie. Pada sortie pertama, pesawat membawa:
- Indomie 50 karton
- Eprokal 5 karton
- Naraga 10 karton
- Genset 1 unit
- Starlink 1 unit
Adapun sortie kedua membawa kebutuhan tambahan berupa:
- Beras 2 karung
- Family food 20 dus
- Hygien kit 10 dus
- Selimut 1 karung
- Kelambu 1 karung
- Sarung 1 karung
- Tanggo 3 dus
- Pembalut 3 dus
- Popok bayi 1 dus
BNPB menyampaikan bahwa pengiriman bantuan melalui jalur udara menjadi langkah strategis untuk mempercepat suplai kebutuhan dasar ke wilayah yang sulit dijangkau akibat akses darat yang terputus. Distribusi lanjutan akan terus dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.(*)







