Home / Artikel / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:26 WIB

Budaya Sunda: Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tanah Pasundan

Budaya Sunda

Budaya Sunda

Jakarta,  http://Eksisjambi.com– Budaya Sunda kembali menjadi sorotan publik seiring meningkatnya perhatian terhadap kekayaan tradisi lokal di Indonesia. Sunda, yang merujuk pada suku bangsa, budaya, sekaligus bahasa yang berasal dari wilayah barat Pulau Jawa terutama Jawa Barat dan Bantenmenjadi salah satu identitas budaya yang paling menonjol dan berpengaruh di Nusantara.

Masyarakat Sunda di kenal memiliki peradaban yang kaya, halus, dan sarat makna. Tradisi yang di wariskan turun-temurun bukan hanya menjadi ciri khas, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Pasundan hingga saat ini.

Bahasa Sunda menjadi salah satu bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa ini memiliki tingkatan tutur dan dialek yang bervariasi di tiap wilayah, seperti dialek Priangan, Banten, dan Cirebonan. Keberagaman dialek tersebut mencerminkan dinamika sosial dan sejarah panjang perkembangan masyarakat Sunda.

Sebelum masuknya pengaruh Hindu, Buddha, dan Islam, masyarakat Sunda mengenal sistem kepercayaan asli bernama Sunda Wiwitan. Keyakinan ini masih di anut hingga kini oleh komunitas adat seperti Suku Baduy di Banten, yang mempertahankan kehidupan sederhana dan selaras dengan alam.

Baca Juga :  Kepercayaan terhadap Benda Pusaka, Antara Tradisi Leluhur dan Pandangan Modern

Nilai-nilai dalam Sunda Wiwitan turut membentuk cara pandang masyarakat Sunda terhadap harmoni dan keseimbangan hidup.

Orang Sunda di kenal memiliki watak ramah, lembut, dan gemar bercanda atau ngabodor. Kehangatan ini tergambar dalam keseharian mereka, termasuk dalam pola makan khas seperti menyantap lalapan, sambal, dan sayuran segar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Sunda.

Warisan seni Sunda sangat di hargai hingga ke mancanegara. Angklung, alat musik bambu yang di mainkan secara serempak, bahkan telah di akui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Selain angklung, alat musik seperti suling Sunda dan kesenian vokal tembang Sunda menambah kekayaan warisan seni masyarakat Pasundan.

Meski zaman terus berubah, tradisi Sunda tetap hidup melalui berbagai upacara dan kegiatan adat yang masih di laksanakan hingga kini. Beberapa di antaranya:

Baca Juga :  Kenduri Sko Tradisi Sakral Pemersatu Masyarakat Sakti Alam Kerinci yang Sarat Makna Budaya

Seren Taun, upacara syukur atas panen padi tahunan di berbagai daerah adat seperti Cigugur Kuningan, Munggahan, tradisi berkumpul dan makan bersama menjelang Ramadan.

Prosesi Pernikahan Sunda, yang mencakup ritual Nincak Endog dan Saweran, simbol doa dan harapan bagi pasangan pengantin.

Botram, tradisi makan bersama secara lesehan dengan sajian di atas daun pisang yang kini kembali populer sebagai bentuk kebersamaan.

Budaya Sunda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi terus hidup dalam masyarakat modern lewat pagelaran seni, festival budaya, hingga revitalisasi penggunaan bahasa Sunda di sekolah maupun ruang publik. Upaya pelestarian ini membuat budaya Sunda semakin di kenal dan dicintai generasi muda.

Dengan segala kekayaan seni, tradisi, dan nilai luhur yang di miliki, budaya Sunda menjadi bukti bahwa Indonesia sejatinya adalah negeri yang kaya akan keragaman dan kearifan lokal yang tidak lekang oleh waktu. (*)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Rapat Paripurna II Masa Persidangan I Dengan Agenda Penyampaian Fraksi DPRD Kota Sungai Penuh

Advertorial

PT KMH 350 MW Nanti Siap Suplay Listrik Wilayah Sumatera 

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Adiwangsa Jambi
power nap militer

Internasional

Rahasia Pasukan Khusus Bertahan Tanpa Tidur Panjang di Medan Tempur

Internasional

Inilah Strategi Besar Presiden Prabowo Hadapi Perang Dagang
KPK RI

Hukum

KPK Tahan Komisaris Utama PT IAE Terkait Kasus Korupsi Jual-Beli Gas 

News

Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Timur Di Hadiri Wagub Sani

Daerah

Wako Ahmadi Instruksikan Tindakan Konkrit Bantu Korban Kebakaran